Puluhan warga Gaza menyaksikan empat anggota tim parkour berjempalitan di sekitar situs kamp demonstran Gerakan Pulang Akbar.
Tentara Israel di menara pengawas dan di balik pasir pembatas memantau lokasi, sementara pertunjukan dilakukan beberapa ratus meter dari pagar perbatasan di Rafah, selatan Gaza.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Gaza mendirikan tenda-tenda di lima area utama di sepanjang perbatasan Gaza untuk menggelar Gerakan Pulang Akbar. Mereka berdemo agar para pengungsi Palestina diizinkan kembali ke rumah mereka yang kini menjadi wilayah Israel.
Protes massal yang memuncak setiap Jumat beberapa kali berujung bentrokan. Sebanyak 31 orang warga Palestina tewas, sementara tidak ada korban dari pihak Israel.
Protes itu diperkirakan terus berlangsung hingga pertengahan Mei, ketika Presiden Amerika Serikat rencananya bakal memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem. Langkah itu telah memicu kemarahan besar warga Palestina.
Lihat juga:Jet Tempur Israel Serang Hamas di Jalur Gaza |
"Banyak kesulitan," ujarnya.
"Sebagian orang mencegah kami berlatih di taman dan di jalanan kota."
(aal)