Lewat Twitter pada Kamis (12/4), Trump mengatakan dirinya "tidak pernah menyebutkan kapan serangan itu akan dilakukan. Bisa dalam waktu dekat atau tidak secepat itu!"
Walau demikian, Trump tidak menepikan rencananya menanggapi serangan kimia yang diduga dilakukan pemerintah Suriah itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di saat yang sama, Perdana Menteri Inggris Theresa May memanggil menteri-menteri seniornya untuk menggelar rapat kabinet khusus dalam rangka membahas kemungkinan aksi militer terhadap Suriah.
[Gambas:Video CNN]
May memanggil para menteri di tengah liburan Paskah untuk menggelar rapat khusus di Downing Street, membahas respons Inggris atas serangan yang dia sebut tak beradab dan tak bisa dibiarkan itu.
Dikutip Reuters, May mengatakan Suriah terindikasi berada di balik serangan gas di Douma, Ghouta Timur.
Suriah dan Rusia sama-sama menampik dugaan penggunaan senjata kimia di kota tersebut. Kedua negara juga memperingatkan serangan negara-negara Barat bisa membuat situasi di daerah konflik itu semakin kacau.
(aal)