"Tentu saja ketika nanti Presiden Putin datang ke Jakarta, beliau akan menandatangani sejumlah nota kesepahaman dan kerja sama lainnya dengan Indonesia," ucap Vorobieva dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta, Jumat (13/4).
Meski begitu, Vorobieva masih enggan merinci kerja sama apa aja yang akan disepakati presidennya itu ketika datang ke Indonesia. Dia memastikan bahwa lawatan Putin akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempererat hubungan dan kerja sama dengan Indonesia di seluruh sektor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vorobieva juga masih belum bisa memberikan kejelasan mengenai waktu kunjungan Putin akan berlangsung.
Namun, Vorobieva memastikan kunjungan ke Indonesia berlangsung setelah Putin dilantik sebagai presiden di periode barunya 7 Mei mendatang.
Vorobieva memaparkan hubungan dagang antara Moskow dan Jakarta terus meningkat setiap tahunnya. Tahun lalu, volume perdagangan kedua negara bahkan mencapai US$3,3 miliar.
Dia juga mengatakan kedekatan kedua negara secara politik juga terlihat dari pertemuan antara menteri luar negeri kedua negara yang telah berlangsung dua kali dalam waktu kurang dari enam bulan.
"Indonesia adalah salah satu mitra paling penting Rusia di Asia Tenggara. Meski secara geografi jauh, Rusia dan Indonesia memiliki banyak kesamaan," ujar Vorobieva. (nat)