Kekhawatiran konfrontasi antara Rusia dan negara-negara Barat terus meningkat sejak Trump mengatakan akan menyerang Suriah dengan peluru kendali dan mengecam Moskow karena mendukung Presiden Bashar al-Asssad.
Vassily Nebenzia, duta besar Moskow untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengatakan dirinya "tidak bisa mengecualikan" perang antara Amerika Serikat dan Rusia. Dia pun meminta Washington dan para sekutunya tak melakukan aksi militer terhadap Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat Twitter pada Kamis, Trump mengatakan dirinya "tidak pernah menyebutkan kapan serangan itu akan dilakukan. Bisa dalam waktu dekat atau tidak secepat itu!"
Walau demikian, Trump tidak menepikan rencananya menanggapi serangan kimia yang diduga dilakukan pemerintah Suriah itu.
Suriah dan Rusia sama-sama menampik dugaan serangan tersebut.
Lihat juga:Jerman Tolak Kirim Militer ke Suriah |
Ia menyebut negaranya menginginkan lokasi segera diawasi karena pengumpulan bukti akan semakin sulit seiring dengan berjalannya waktu.
Mattis yang berbicara dalam sidang Komite Militer Dewan Perwakilan AS menolak untuk membahas rencana militer di Suriah. (aal)