Kebijakan Baru Imigrasi Australia Kurangi Jatah Orang Asia

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Jumat, 13/04/2018 20:37 WIB
Kebijakan Baru Imigrasi Australia Kurangi Jatah Orang Asia Ilustrasi visa. (Thinkstock/A_Taiga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebijakan baru Imigrasi Australia dilaporkan bakal memangkas jatah penerimaan imigran asal Asia.

Sebanyak 44 ribu tempat di program visa pekerja terampil Australia biasanya diberikan kepada warga Asia yang tak tinggal di negara tersebut.

Namun kini, sebagaimana dilaporkan ABC pada Jumat (13/4), sebanyak 10 ribu warga Selandia Baru yang sudah tinggal dan bekerja di Australia akan masuk dalam alokasi tahunan tersebut.


Perubahan ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah memasukkan visa warga Selandia Baru ke dalam program pekerja pekerja terampil tanpa menambah jumlah visa dalam skema.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kemendagri Australia.

"Jalan ini secara langsung diarahkan kepada warga Selandia Baru yang sudah tinggal di Australia untuk setidaknya lima tahun dan memberi, serta terus memberi, kontribusi ekonomi bagi Australia," kata seorang juru bicara kementerian.

Langkah ini akan mengurangi ribuan migrasi tiap tahunnya, tanpa mengubah kuota penerimaan resmi pemerintah.

The Australian melaporkan program imigrasi permanen Australia diperkirakan akan turun hingga kisaran era sebelum 2010-an karena pengetatan peraturan.
Dengan arah pertumbuhan saat ini, penerimaan tahunan untuk 2017-2018 diperkirakan akan turun ke kisaran 160 hingga 170 ribu, setara dengan waktu sebelum pemerintahan Partai Buruh menetapkan target 190 ribu per tahun.

Menteri Dalam Negeri Peter Dutton mengonfirmasi jumlah imigrasi akan lebih rendah tahun ini karena "pengetatan sekrup" pada penerimaan visa sejak 2015.

Sebagai menteri imigrasi, Dutton berwenang mengubah definisi target 190 ribu itu demi batasan yang memungkinkan pemerintah memperlambat pertumbuhan imigran.

(aal)