Korea Utara akan segera menunda uji coba rudal dan nuklirnya serta menutup situs pengujian di Punggye-ri. Sebagai gantinya, kata kantor berita pemerintah setempat, Korut akan mengejar pertumbuhan ekonomi dan perdamaian.
Namun, di Korsel, negara yang secara teknis masih berperang dengan tetangganya itu, banyak masyarakat umum menyuarakan skeptisisme atas ketulusan pengumuman itu. Mereka pun menekankan pemerintahnya mesti hati-hati menghadapi perkembangan terbaru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Korsel selama beberapa dekade terakhir ini hidup di bawah ancaman perang dengan tetangganya yang berkekuatan nuklir.
Mereka juga sudah beberapa kali dihadapkan pada beberapa kali upaya rekonsiliasi yang hanya membawa harapan perdamaian palsu.
Survei menunjukkan warga Korsel semakin cuek pada ancaman perang dan kini lebih peduli pada masalah seperti pekerjaan atau tekanan yang menyertai pertumbuhan cepat Korsel sejak 1950.
Lihat juga:Kim Jong Un Setop Tes Uji Coba Nuklir |
Namun, tidak ada yang memprediksi hubungan kedua negara bisa membaik begitu cepat sejak pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyatakan niat perbaikan hubungan di akhir tahun lalu, setelah berbulan-bulan tegang karena senjata nuklirnya.
[Gambas:Video CNN]
Moon, yang tengah mempersiapkan pertemuan tingkat tinggi dengan Kim bulan ini, masih populer di mata masyarakat. Namun, para pemilih curiga pada niat Korea Utara dan beberapa pihak tentu akan menilai buruk jika ia terlihat buru-buru jatuh ke pelukan Korut.
Yeo Young-ju (44), mengatakan Korea Utara sudah mengembangkan bom nuklir selama beberapa dekade dan kali ini negara itu tidak boleh sampai mendapatkan keuntungan ekonomi hingga janjinya terbukti.
"Kita mesti memverifikasi jika mereka benar-benar menyingkirkan material nuklirnya," kata Yeo.
Lee Jeong-hyoo (72), mengatakan Korea Selatan mesti belajar dari sejarah pengingkaran janji Korea Utara.
"Kita tidak boleh tertipu," kata Lee. "Kita harus melihat ini dengan seksama."
"Saya tak bisa percaya apa yang baru saja diumumkan Korea Utara," kata pekerja IT, Sayuri Nakata (27), merujuk pada janji Korut menghentikan uji coba nuklirnya.
"Mereka mungkin akan tetap melakukannya." (aal)