Guratan Harapan Kim Jong-un di Buku Tamu Rumah Perdamaian

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Jumat, 27/04/2018 09:10 WIB
Guratan Harapan Kim Jong-un di Buku Tamu Rumah Perdamaian Kim Jong-un mengguratkan sejumlah harapan di buku tamu Rumah Perdamaian sebelum melakukan pertemuan bersejarah dengan Presiden Moon Jae-in pada Jumat (2/4). (Host Broadcaster via Reuters TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Butuh waktu cukup lama bagi Kim Jong-un untuk mengisi buku tamu di Rumah Perdamaian sebelum melakukan pertemuan bersejarah dengan Presiden Moon Jae-in pada Jumat (2/4). Tak sembarangan, sejumlah kalimat harapan ia guratkan di atas buku itu.

"Sejarah baru dimulai sekarang. Sebuah era perdamaian, di titik awal sejarah."

Demikian bunyi salah satu guratan tangan Kim Jong-un di atas kertas buku tamu tersebut, sebagaimana dikutip CNN.
Setelah mengisi buku tamu tersebut, Moon mengantar Kim memasuki ruang pertemuan di Rumah Perdamaian di Desa Panmunjom itu.


Selain perlucutan senjata nuklir, salah satu agenda utama dalam pertemuan ini adalah perbincangan mengenai kemungkinan kesepakatan damai antara Korut dan Korsel.

Secara teknis, kedua negara ini masih dalam status berperang karena Perang Korea pada 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.
Dua kali sudah kedua negara menggelar pertemuan tingkat tinggi untuk membicarakan perdamaian, yaitu pada 2000 dan 2007. Namun, asa perdamaian itu selalu pupus di tengah jalan.

Membuka pertemuan bersejarah kali ini, Kim pun berharap kedua negara dapat belajar dari pengalaman sebelumnya karena warga sudah menaruh harapan besar.

"Saya harap sebelas tahun yang hilang hingga hari ini tidak berlalu sia-sia, dan kita bisa bertemu lebih sering dan menyatukan pikiran dan sebelas tahun itu tidak akan sia-sia," katanya di hadapan Moon.

Melanjutkan pernyataannya, Kim berkata, "Saya berharap dapat menulis bab baru di antara kita. Saya percaya kita dapat membuat awalan baru, dengan komitmen yang saya tunjukkan dengan datang ke pertemuan ini."

[Gambas:Video CNN]

Menyambut pernyataan itu, Moon menyampaikan apresiasinya terhadap Kim karena menjadi pemimpin Korea Utara pertama yang menjejakkan kaki di tanah Korsel.

"Kamerad Kim, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Anda melewati garis demarkasi militer. Itu tak lagi jadi simbol pemisahan, tapi simbol perdamaian. Saya ingin mengapresiasi keberanian dan keputusan yang Anda buat, Pemimpin Kim," katanya. (has/has)