"Posisi Indonesia sangat jelas. Kami mendorong dan berkomitmen lahirnya poros wasatiyyah Islam dunia," ujar Jokowi di Istana Bogor, Selasa (1/5).
Hal itu disampaikan saat membukan Konsultasi Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia tentang Wasatiyyah Islam bersama Imam Besar Al Azhar Ahmad Muhammad Ath-Thayeb dan perwakilan 50 negara pagi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia akan terus memupuk ajaran perdamaian dan persatuan, mengutamakan musyawarah dengan penuh toleransi dan kepercayaan dan membawa keadilan sosial dan perdamaian abadi," tutur mantan Wali Kota Solo ini.
Dukungan diberikan juga karena Indonesia merupakan negara dengan umat Muslim terbesar di dunia sehingga bisa mendorong dan menunjukkan Islam merupakan agama yang menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta.
Di satu sisi, perkembangan teknologi mempermudah kehidupan manusia. Tapi di sisi lain, teknologi juga disalahgunakan seperti menjadi media penyebaran fitnah, berita bohong (hoaks), bahkan radikalisme.
"Ini berarti tantangan yang lebih berat menyebarkan Islam wasatiyyah. Indonesia menyambut gembira menguatnya semangat moderasi dalam gerakan besar dunia Islam," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Ulama, kata Jokowi, berperan besar dalam penyebaran wasatiyyah Islam sebab menjadi pewaris para nabi dan menjadi teladan umat. Ia berharap wasatiyyah Islam menjadi gerakan mendunia yang menginspirasi semua orang dan golongan.
"Jika ulama bersatu padu membumikan moderasi Islam, saya optimistis poros wasatiyyah Islam menjadi arus utama dan memberi harapan lahirnya dunia yang damai, aman, sejahtera, berkeadilan, dan mewujudkan keadilan sosial," kata Jokowi.
(nat)