Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan bahwa jet tempur itu akan digunakan untuk latihan militer gabungan rutin Seoul dan Washington yang dikenal dengan nama Max Thunder pada 11 Mei mendatang.
"Max Thunder adalah latihan rutin yang sudah direncanakan sebelum pertemuan AS-Korut," demikian pernyataan resmi Kemenhan Korsel, sebagaimana dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, Kim memprotes kehadiran pasukan AS dan latihan gabungan negara itu dengan Korsel yang dianggap mengancam keamanan Korut.
Namun sejak awal tahun ini, hubungan Korsel dengan Korut membaik, berujung dengan pertemuan antara Presiden Moon Jae-in dan Kim Jong-un yang sepakat melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea.
Pertemuan ini membuka jalan pertemuan antara Kim dan Trump yang rencananya dihelat pada Mei atau Juni mendatang. (has)