Hal tersebut disampaikan Retno pada Rabu (2/5) di kantornya, Jakarta, usai bertemu Wakil Menlu Korsel Lim Sung-nam.
"Ya itu sedang kami coba jajaki kemungkinan mengundang mereka," ucap Retno saat ditanya wartawan mengenai kemungkinan pemimpin kedua Korea datang ke Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai salah satu peserta olimpiade, Korut turut mengirimkan pejabat seniornya ke pembukaan acara tersebut, yakni adik Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un, Kim Yo-jong. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, keluarga pemimpin Korut diutus mewakili negara di ajang internasional.
Sejauh ini Retno mengatakan kedua Korea masih berembuk soal pengiriman tim gabungan di cabang-cabang olahraga Asian Games.
Namun, para atlet Korsel dan Korut kemungkinan besar berparade dalam satu bendera unifikasi di pembukaan Asian Games 18 Agustus nanti, kata Retno.
Selain itu, Retno mengatakan pertemuannya dengan Lim sore tadi banyak membahas kelanjutan hasil pertemuan tinggi antara Presiden Moon Jae-in dan Kim Jong-un pada pekan lalu.
Kepada Retno, Lim mengatakan kedua Korea sepakat memperkuat kerja sama sebagai implementasi dari Deklarasi Panmunjom yang disepakati Moon dan Kim, Jumat (27/4).
Beberapa kerja sama itu meliputi rencana Korsel mempertemukan ratusan ribu warganya yang terpisah dari keluarga yang berada di Korut.
Selain itu, Lim juga mengatakan sudah ada rencana dari Presiden Moon untuk berkunjung ke Pyongyang tahun ini.
Dalam kesempatan itu, Retno mengatakan Lim juga mengungkapkan terima kasihnya kepada Indonesia yang terus mendukung proses perdamaian di Semenanjung Korea.
"Minggu lalu sebelum KTT Inter-Korea berlangsung, saya juga mendapat telepon dari Menlu Korsel yang mengucapkan terima kasih karena RI terus mendukung perdamaian di Semenanjung Korea. Hal itu kembali diutarakan Lim saat bertemu dengan saya tadi," ujar Retno.
(aal)