"Pertama, tentu kita lihat invasi atau intervensi dari negara-negara besar. Kita lihat di Afghanistan, bagaimana Rusia, AS. Kita lihat di Irak, bagaimana Rusia, AS, dan negara lain memperbesar atau menjadikan konflik itu," ujar JK.
Konflik itu, kata JK, sejatinya dipicu permasalahan politik hingga ekonomi. Ia pun menyesalkan konflik itu karena terjadi selama bertahun-tahun dan terus berulang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian penyebab kedua, lanjut JK, adalah faktor internal yang berasal dari pikiran radikal. JK mengatakan belakangan ini banyak terjadi kasus bom bunuh diri maupun perang yang mengatasnamakan jihad di jalan Allah.
Padahal, kata dia, tak ada agama yang mengajarkan cara berpikir seperti itu. Keyakinan mereka terjadi karena tak memiliki pemahaman tentang agama dengan baik.
"Saya katakan pada mereka, Anda tidak akan masuk surga tapi akan masuk neraka. Karena dalam Islam, bunuh anak, perempuan, atau menebang pohon itu haram," imbuhnya.
Oleh karena itu, JK berharap melalui pertemuan KTT ulama dunia di Indonesia dapat menghentikan ajaran-ajaran yang menimbulkan masalah di negara Islam. "Jadi pemikiran itu memang perlu di antara kita senua para ulama, bagaimana agama ini diajarkan dengan baik," katanya.
(nat)