Perdana Menteri Najib Razak beserta koalisi Barisan Nasional (BN) yang telah menguasai Malaysia selama lebih dari enam dekade dihadapkan dengan duet Anwar dan Mahathir yang menyatukan suara untuk mengakhiri kekuasaan pemimpin negara terjerat skandal itu.
Aliansi Najib dihadapkan risiko yang jauh lebih besar ketimbang pemilu sebelumnya, dan sejumlah analis memperingatkan performa buruk bisa memicu revolusi internal melawan lelaki berusia 64 tahun tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anwar pertama kali dipenjara setelah Mahathir memecatnya dari jabatan wakil perdana menteri pada 1998 silam.
Dia kemudian memulai gerakan reformasi, bertujuan untuk mengakhiri pemerintahan berbasis ras dan patronase BN. Namun, langkah Anwar dijegal kasus sodomi dan penjara yang selama ini terus ia bantah meski sudah mendekam di penjara.
Kedua pemimpin meninggalkan perselisihannya pada 2016 dan sepakat menggabungkan barisan untuk melengserkan Najib.
"Mahathir telah membuktikan kegigihannya, menerima batasan-batasan di masa lalu, meminta maaf dan mengorbankan waktu dan energinya untuk membangkitkan martabat bangsa dan negara," kata Anwar.
[Gambas:Video CNN]
Namun, dalam wawancara di televisi pro-pemerintah pada Senin, Najib menyatakan dirinya percaya diri akan memenangkan pemilu.
"Basis politik kami masih kuat dan utuh. Itulah mengapa saya percaya diri, karena kita benar-benar punya kekuatan," kata Najib yang popularitasnya terus dihantam kenaikan harga dan skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Najib dijadwalkan berpidato dalam siaran langsung di media pemerintah pada 14.00 GMT atau 21.00 WIB malam ini. Di saat yang sama, Mahathir akan menyiarkan pidatonya dari Langkawi, daerah konstituennya, secara daring.
Pernyataan malam ini akan jadi yang terakhir kali sebelum tempat pemungutan suara dibuka pada 24.00 GMT atau 7.00 WIB, Rabu.
Selama masa persiapan, para pemimpin oposisi dan kelompok masyarakat sipil mengeluhkan bahwa ada upaya persekongkolan untuk menguntungkan pihak BN.
"SUHAKAM meyakini tingkat keadilan dipengaruhi oleh diskualifikasi kandidat secara tak jelas dan penyebaran uang dan hadiah," bunyi pernyataan organisasi tersebut.
Najib Razak menyatakan percaya diri bakal menang pemilu. (ANTARA FOTO/IORA Summit 2017/Rosa Panggabean) |
Ribuan warga Malaysia sudah mulai mudik untuk ikut serta dalam pemilu, sementara para pemilih di luar negeri bergerak untuk memilih lewat jalur pos.
Salah seorang relawan, Yap Lee Jane (23), mengatakan dirinya membawa sekitar 100 surat suara.
"Ini masih tak menjamin suara saya akan dihitung," kata Mawar Ahmad Fadzil (31) di Melbourne. "Saya hanya berdoa petugas akan menerima surat suara yang dibawa dengan tangan."
(aal)
Najib Razak menyatakan percaya diri bakal menang pemilu. (ANTARA FOTO/IORA Summit 2017/Rosa Panggabean)