Eks Agen CIA Didakwa Jadi Mata-mata China

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 09/05/2018 12:24 WIB
Eks Agen CIA Didakwa Jadi Mata-mata China Departemen Kehakiman Amerika Serikat mendakwa seorang mantan agen badan intelijen CIA karena menjadi mata-mata China. (AFP Photo/Saul Loeb)
Jakarta, CNN Indonesia -- Departemen Kehakiman Amerika Serikat mendakwa seorang mantan agen badan intelijen CIA karena menjadi mata-mata China. Kasus tersebut tampaknya terkait dengan kejatuhan jejaring China di CIA delapan tahun lalu.

"Tiga tahun setelah meninggalkan CIA pada 2007, Jerry Chun Shing Lee menerima uang dari perwira intelijen Cjhina dengan imbalan informasi terkait pertahanan nasional Amerika Serikat," kata Departemen Kehakiman, Selasa (8/5).

Lee, 53 tahun, warga AS dari naturalisasi yang saat itu tinggal di Hong kong, menerima permintaan informasi dari agen intelijen China dan menyembunyikan uang tunai dari pembayaran yang diterimanya.


Dia ditangkap pada Januari. Menurut surat perintah penangkapan yang diumumkan di muka publik saat itu, badan intelijen federal AS, FBI menemukan koper Lee, saat menggeledah berdasarkan perintah pengadilan pada 2012, buku catatan berisi nama-nama, kontak serta rincian informan dan pegawai CIA lainnya.


Dalam sebuah wawancara dengan agen FBI pada 2012, Lee, yang bergabung dengan CIA selama 14 tahun mengaku menyiapkan dokumen-dokumen rahasia untuk agen-agen China.

Tapi baru enam tahun setelahnya dia ditangkap.

Pada Selasa (8/5), dia didakwa dengan tuduhan konspirasi untuk mengumpulkan atau memberikan informasi pertahanan nasional bagi pemerintah asing. Dua dakwaan lagi tentang menahan dokumen terkait pertahanan nasional Amerika Serikat.

Tidak disebutkan mengapa perlu waktu lama untuk menuntut Lee. Tidak juga dirinci materi atau dokumen apa yang diberikan dia kepada agen-agen China.

Kasus tersebut mencuat di tengah kekhawatiran di kalangan komunitas intelijen AS bahwa Beijing mampu melumpuhkan operasi mereka di China.


Tahun lalu, New York Times melaporkan bahwa mulai tahun 2010 hingga akhir tahun 2012, China membunuh sedikitnya puluhan sumber CIA di dalam China dan menjebloskan lebih dari enam lainnya ke penjara.

Perburuan terhadap 'tikus' di badan itu berujung pada satu orang. Bekas agen operasional yang kini tinggal di suatu tempat di Asia, kata New York Times. Namun belum cukup bukti untuk menangkapnya. Meski begitu, menurut surat kabar Amerika Serikat, agen CIA lainnya menyalahkan kecerobohan dan bukan 'tikus' itu sebagai biang kegagalan operasi intelijen di China. (nat)