FPI Aksi 115, Kedubes AS Besok Tutup Layanan

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Kamis, 10/05/2018 17:48 WIB
FPI Aksi 115, Kedubes AS Besok Tutup Layanan Ilustrasi demo di Kedubes Amerika Serikat. (Anadolu Agency/Anton Raharjo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) mengumumkan lewat situs resminya tidak akan beroperasi dan menutup layanan administrasi paspor, notaris, hingga visa kepada publik pada Jumat besok (11/5) di dua kantor yang berada di Jakarta dan Surabaya.

Hal ini guna mengantisipasi keramaian unjuk rasa bertajuk Aksi 115 yang juga penolakan pada rencana pemerintah AS memindahkan kantor Kedubes AS di Israel, dari Tel Aviv ke Yerusalem. Aksi ini dilaksanakan salah satunya oleh Front Pembela Islam.

Menurut Kedubes AS, aksi unjuk rasa di depan kantor Kedubes AS di Jakarta yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 3-5 akan berlangsung mulai pukul 04.00 WIB, sementara di Surabaya akan dimulai pukul 13.00 WIB.


"Relokasi Kedubes AS di Israel yang akan dilakukan pada 14 Mei mendatang dapat memicu protes, di mana beberapa di antaranya berpotensi menjadi kekerasan," demikian bunyi pernyataan di situs resmi Kedubes AS, dikutip Kamis (10/5).

Kedubes AS juga mengimbau warga negara AS di Jakarta dan Surabaya untuk mengurangi jadwal berpergiannya besok dan menjauhi kerumunan yang berpotensi menimbulkan kerusuhan.

"Warga AS yang membutuhkan layanan darurat harus menghubungi Kedutaan atau Konsulat Jenderal," ucapnya.

Warga AS bisa menghubungi nomor +62 34359055 dan +62 34359054 yang merupakan kontak kantor Kedubes AS Jakarta dan +62 312975300 kontak kantor Kedubes AS di Surabaya.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengakuan terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Desember 2017 dan ingin memindahkan Kedutaannya ke kota itu.

Langkah Trump tersebut menuai kecaman internasional termasuk Majelis Umum Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa.

Kesepakatan internasional menyatakan status Yerusalem harus ditentukan lewat dialog perdamaian Israel-Palestina.

Kecaman juga datang dari Front Pembela Islam (FPI) yang menyatakan langkah Trump itu merupakan bentuk penjajahan gaya baru pada kawasan yang juga terdapat mantan kiblat bagi umat Islam yakni Masjid Aqsa.

"Itu adalah penjajahan baru yang dilakukan Amerika Serikat terhadap tanah suci umat Islam. Seperti Mekkah, kalau dijajah orang, kira-kira kita diam atau kita lawan?" ujar Ketua FPI Ahmad Sobri Lubis akhir pekan lalu.

FPI akan menggelar Aksi Bela Palestina 115 dengan menjalankan ibadah salat subuh bersama di Masjid Istiqlal maupun kawasan Monas, hingga akhirnya bergerak ke kantor Kedubes AS.


(vws)