Artikel editorial Haaretz yang berjudul 'Hentikan Pertumpahan Darah', dipublikasikan pada Selasa (15/5), menyebut Israel tak bisa seenaknya memperlakukan warga Palestina.
"Tak terbantahkan Israel berhak mempertahankan perbatasannya, tapi itu bukan berarti negara berhak berlaku seenaknya terhadap orang-orang yang berupaya melintasinya," bunyi artikel itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta bahwa situasi mengerikan Gaza sama sekali tak memengaruhi perayaan peresmian Kedubes itu, kata Haaretz, menunjukkan betapa kejinya Israel terhadap Palestina secara umum, khususnya Gaza.
Media tersebut menyoroti bagaimana Hamas, kelompok yang memimpin Gaza, sama sekali tak menembakkan roket ke wilayah Israel.
"Tak ada tentara atau penduduk Israel yang terluka. Israel, di sisi lain, bertindak terhadap demonstran tak bersenjata itu dengan tembakan penembak runduk, tembakan yang membunuh dan melumpuhkan."
"IDF (angkatan bersenjata Israel) bertanggung jawab mencegah infiltrasi ke wilayah Israel, tapi solusi sesungguhnya ada di kantor Perdana Menteri.
"Dia mesti dengan serius melihat kesiapan Hamas menegosiasikan gencatan senjata dengan Israel, dan mengumumkan langkah untuk mengurangi blokade dan memperbolehkan orang-orang yang terluka serius untuk dirawat di Israel."
(aal)