FOTO: Perayaan Israel di Yerusalem dan Duka Palestina di Gaza

Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 15/05/2018 12:31 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Senin, 14 Mei, menjadi hari bersejarah bagi Israel sekaligus hari paling berdarah bagi warga Palestina, di mana lebih dari 50 orang tewas akibat peluru aparat.

Di tengah kritik dan kecaman internasional, AS akhirnya resmi memindahkan kedutaan besar untuk Israel ke Yerusalem. (REUTERS/Ronen Zvulun)
Kebijakan itu mengikuti janji kampanye Presiden Donald Trump yang pada Desember lalu juga resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. (REUTERS/Ronen Zvulun)
Trump mengutus putri sekaligus penasihatnya, Ivanka Trump, untuk meresmikan gedung baru kedubes itu. (REUTERS/Ronen Zvulun)
Peristiwa ini disambut baik oleh warga Israel yang selalu menganggap Yerusalem sebagai ibu kota abadinya. (REUTERS/Ronen Zvulun)
Namun, kabar gembira bagi warga Israel adalah bencana bagi warga Palestina yang tertindas dan menginginkan bagian timur Yerusalem sebagai ibu kotanya. (REUTERS/Mohammed Salem)
Pemandangan yang kontras tampak di Gaza, wilayah kekuasaan Hamas yang diblokade Israel, merespons pemindahan tersebut. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Warga Palestina di Gaza menggelar demonstrasi di dekat perbatasan dengan Israel untuk memprotes sekaligus memperingati 70 tahun Nakba atau pengusiran mereka oleh zionis. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Aksi tanpa senjata itu direspons dengan berondongan peluru dan hujan gas air mata dari aparat Israel. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Akibatnya, lebih dari 50 warga Palestina tewas dan banyak lainnya luka-luka, sementara tak ada korban jatuh dari pihak Israel. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Senin, 14 Mei 2018, menjadi hari bersejarah bagi Israel, sekaligus paling berdarah bagi warga Palestina sejak pertumpahan darah pada 2014 lalu. (REUTERS/Mohammed Salem)