Pyongyang bakal membatalkan pertemuan yang bakal digelar pada Juni di Singapura jika Washington berkeras "menyudutkan" dalam masalah pelucutan. Pernyataan itu dilontarkan lewat media pemerintah, KCNA, sebagaimana dikutip CNN pada Rabu (16/5).
Dalam pernyataan itu disebutkan juga bahwa Korea Utara tak akan meneirma bantuan ekonomi apapun dari AS sebagai imbalan meninggalkan program nuklirnya secara unilateral.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika pemerintahan Trump "sungguh-sungguh berkomitmen" meningkatkan hubungan dengan Pyongyang, "mereka akan mendapatkan respons yang sebanding," kata Kim Kye-gwan.
"Tapi jika mereka mencoba menyudutkan kami dan memaksa hanya kami yang melakukan pelucutan nuklir secara unilateral, kami tak akan lagi tertarik dalam dialog seperti itu dan mesti meninjauh ulang ... pertemuan yang akan datang."
Menlu Korea Selatan Kang Kyung-hwa berbicara dengan Menlu AS Mike Pompeo Rabu pagi waktu Seoul. Dalam pernyataan pers, Pompeo dikutip menyatakan persiapan pertemuan Trump-Kim akan tetap dilanjutkan, "sembari menimbang tindakan Korut."
(aal)