"Saya memberikan jaminan, saya di sini sebagai warga yang peduli, memberikan dukungan penuh untuk mengatur negara dengan pemahaman bahwa kami berkomitmen pada agenda reformasi, mulai dari peradilan, media, dan seluruh aparatur," ujar Anwar.
Ia juga memastikan bahwa Mahathir memiliki hak prerogratif untuk menentukan jajaran kabinet setelah terpilih sebagai perdana menteri melalui pemilu pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh, Anwar juga yakin Mahathir akan berpegang teguh pada agenda reformasi yang selalu digaungkan koalisi bentukannya tersebut sejak dulu.
"Mahathir berkomitmen terhadap agenda reformasi, yang sebenarnya agenda pemuda bangsa. Selanjutnya, ini juga bukan sistem diktator, bukan kekuasaan satu orang. Keputusan akan diambil oleh tim pemimpin Pakatan Harapan dengan Dr Mahathir sebagai pemimpin awaknya," kata Anwar.
Setelah menang pemilu pekan lalu, Mahathir pun langsung meminta pengampunan penuh kepada raja sehingga Anwar bisa bebas dan langsung berpartisipasi dalam politik pada Rabu (16/5).
Namun, jalan Anwar masih panjang karena dia harus mengikuti pemilu sela untuk mendapatkan kursi parlemen, salah satu syarat menjadi perdana menteri.
"Saya sudah mengatakan kepada Tun Mahathir, saya tidak perlu menjabat di kabinet sekarang ini," katanya. (has)