"Skenario bisa bermacan-macam ya, karena kekuasaan kan menggoda hingga muncul istilah orang gila kekuasaan. Kami khawatir dengan Mahathir apakah dia benar-benar akan menepati janjinya kepada Anwar," ujar penulis buku Pemilu Indonesia: Fakta, Angka, Analisis, dan Studi Banding, Harun Husein, dalam diskusi di Jakarta.
"Mungkin Mahahtir sudah punya rencana bahwa dia akan berkuasa hanya 1-2 tahun saja, tapi jika kinerja Mahathir selama waktu tersebut baik dan publik puas, bisa jadi Mahathir berkuasa untuk tiga sampai empat tahun ke depan," ujar Alfitra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemenangan ini bagi oposisi juga yang pertama kalinya sejak 61 terakhir. Jadi ini ibarat uji coba mereka. Kalau PH berhasil konsolidasi, saya perkirakan Mahathir bisa saja tetap bertahan sampai empat tahun."
Lebih jauh, Harun juga menekankan bahwa jalan Anwar untuk menjadi perdana menteri juga masih jauh.
"Sehingga menurut saya perjalanan Anwar masih jauh dan itu pun tergantung konsolidasi Pakatan Harapan. Apakah koalisi ini solid, atau tidak. Jika tidak solid ini yang membahayakan," kata Harun.
Menurut Harun, jika koalisi Anwar dan Mahathir pecah, bukan tidak mungkin partai UMNO, bekas partai berkuasa yang kini menjadi oposisi pemerintah, akan bergabung dengan Pakatan Harapan.
"Jadi perjalanan reformasi Malaysia masih panjang. Pemilu Mei kemarin baru awal mula saja," kata Harun. (has)