Pendekatan Istri Mahathir yang Luluhkan Hati Anwar Ibrahim

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 16/05/2018 15:37 WIB
Pendekatan Istri Mahathir yang Luluhkan Hati Anwar Ibrahim Perdamaian antara Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim tak begitu saja terjadi, ada kisah panjang di baliknya, termasuk upaya Siti Hasmah mendekati Wan Azizah. (Lawyers for Liberty/Handout via Reuters)
Selangor, Malaysia, CNN Indonesia -- Jabat tangan antara Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim di sebuah persidangan pada 2016 silam menggemparkan Malaysia. Dua musuh bebuyutan itu akhirnya bertemu untuk pertama kalinya setelah 18 tahun.

Anwar tak pernah menyangka sebelumnya, kata maaf bisa terlontar dari diktator yang pernah memecat dan menjebloskannya ke penjara lebih dari satu dekade silam itu.

Seorang yang sangat dekat dengan keluarga Anwar mengatakan kepada CNNIndonesia.com bahwa perdamaian bersejarah itu tak begitu saja terjadi, ada kisah panjang dan berat di belakangnya.


Semua bermula dari pendekatan istri Mahathir, Siti Hasmah Mohamad Ali, pada awal 2016 lalu. Saat itu, Siti berulang kali menghubungi istri Anwar, Wan Azizah Wan Ismail, untuk membuat janji temu.
Awalnya, keluarga Anwar mengabaikan panggilan itu. Mereka ragu akan motif Siti, tulus atau hanya akal bulus.

"Setelah kelima kalinya Tun Siti Hasmah meminta bertemu, kami pikir sebagai orang Islam kurang baik lah kalau mengabaikan terus. Bagaimana pun, kita harus menghadapinya," ujar sumber tersebut saat ditemui CNNIndonesia.com di Kuala Lumpur pekan lalu.

Selain itu, keluarga Anwar juga berpikir bahwa saat itu Mahathir sudah tak lagi berkuasa.

Belum lagi, Mahathir sudah menunjukkan perlawanan terhadap partai berkuasa tempatnya bernaung dahulu, UMNO, yang dianggap sangat korup di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Najib Razak.

"Dia akhirnya datang ke rumah. Dari sana lah semua berlanjut sampai akhirnya kita lihat foto Tun Mahathir menjabat tangan Dr Anwar Ibrahim di pengadilan," tutur sumber itu.
Pendekatan Istri Mahathir yang Luluhkan Hati Anwar IbrahimJabat tangan antara Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim di sebuah persidangan pada 2016 silam menggemparkan Malaysia. (Najwan Halimi/Handout via Reuters)
Dari jabat tangan di pengadilan itu, kedua belah pihak terus menjalin hubungan. Perlahan, kepercayaan keluarga Anwar mulai tumbuh.

"Kalau kita tengok dari segi persahabatan, tidak mudah untuk orang tua datang meminta maaf. Pada akhirnya, Mahathir minta maaf. Lalu kemudian, orang setua itu minta maaf di hadapan publik atas apa yang terjadi di masa lalu. Kita lihat kesungguhan," katanya.

Hingga akhirnya, Mahathir resmi keluar dari UMNO dan mendirikan partai baru, Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM), pada 2016.

PPBM langsung bergabung dengan koalisi oposisi pimpinan Anwar, Pakatan Harapan, demi menggulingkan rezim yang sudah berkuasa sejak Malaysia merdeka enam dekade lampau, Barisan Nasional, dalam pemilu 2018.
Tidak mudah bagi kubu Anwar menaruh kepercayaan pada Mahathir. Mereka pun dilaporkan mengajukan tiga syarat, salah satunya mengupayakan pembebasan Anwar Ibrahim jika Pakatan harapan menang.

Anwar dibui pemerintahan Najib atas kasus sodomi kontroversial dan disebut-sebut sarat politik, tudingan serupa yang digunakan Mahathir untuk menjebloskan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia itu ke penjara pada 1998.

Mencapai mufakat, koalisi pun menunjuk Mahathir sebagai calon perdana menteri yang nantinya akan menyerahkan takhta kepada Anwar ketika sudah bebas dari bui kelak.

Dengan gabungan kekuatan Bapak Modernisasi Malaysia dan sang simbol perjuangan reformasi itu, Pakatan Harapan berhasil memenangkan pemilu pada pekan lalu dan mengukir sejarah menggulingkan rezim BN.
Pendekatan Istri Mahathir yang Luluhkan Hati Anwar IbrahimMahathir didampingi Wan Azizah dalam jumpa pers setelah pelantikan pekan lalu. (Reuters/Lai Seng Sin)
Salah satu agenda utama Mahathir setelah dilantik adalah mengajukan pengampuanan Anwar kepada raja Yang Dipertuan Agong.

Tak mengulur waktu, Mahathir pun mendapatkan pengampunan penuh raja untuk Anwar hanya berselang sepekan setelah ia dinyatakan memenangkan pemilu, tepatnya hari ini, Rabu (16/5).

Dengan pengampunan penuh, Anwar yang sedianya bebas pada Juni mendatang pun dapat langsung keluar bui dan berpartisipasi dalam politik.

Pada akhirnya, belas kasih keluarga Anwar membuka pintu menuju reformasi yang sudah digaungkan sejak 1998.

"Dr Anwar dan Dr Wan Azizah tidak pernah menempatkan kepentingan pribadinya di atas kepentingan rakyat. Jika mereka tidak bergabung dengan Tun Mahathir, akan sulit untuk rakyat. Pilihannya hanya lakukan atau mati," kata sumber kepada CNNIndonesia.com. (has/has)