Gunung Kilauea Semburkan Lava, Hawaii Status 'Bahaya'

CNN, CNN Indonesia | Rabu, 16/05/2018 22:40 WIB
Gunung Kilauea Semburkan Lava, Hawaii Status 'Bahaya' Hawaii memeringatkan warga dan pesawat untuk menjauh setelah segumpal abu dari gunung berapi Kilauea naik hingga 12.000 kaki (3,6km) ke udara. (Foto: USGS/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hawaii memeringatkan warga dan pesawat untuk menjauh setelah segumpal abu dari gunung berapi Kilauea naik hingga 12.000 kaki (3,6km) ke udara.

Dikutip dari CNN, Rabu (16/5), sejak gunung berapi Kilauea meletus 3 Mei, situasi di sekitarnya menjadi mimpi buruk bagi penduduk di bagian tenggara negara bagian Amerika Serikat tersebut.

US Geological Survey (USGS), badan survei geologi Amerika Serikat mengeluarkan peringatan 'merah' atau 'bahaya' pada Selasa (15/5), yang berarti letusan besar bisa saja terjadi, atau sedang berlangsung dan abu dapat mempengaruhi lalu lintas udara.



Michelle Coombs dari USGS menggambarkannya kondisi ini "sangat berbahaya bagi penerbangan," dan mengatakan timnya tidak begitu yakin apa yang menyebabkan emisi abu yang sedikit lebih intens pada hari Selasa.

Petugas USGS lainnya mengatakan letusan freatik bisa terjadi di kawah di puncak gunung berapi Kilauea. Letusan ini bisa mengirim gumpalan abu sejauh 12 mil (19km) dari kawah puncak, ungkap Hawaiian Volcano Observatory, atau badan Observatorium Gunung Api Hawaii.

Gas merembes keluar dari retakan

Selain abu, yang tak beracun, penduduk harus khawatir tersedak belerang dioksida. Coombs mengatakan gas tersebut keluar dari 21 celah, atau retakan di tanah, yang disebabkan oleh gunung berapi. Tingkat gas beracun berbahaya di beberapa tempat, kata petugas Hawaii County.

"Kondisi yang parah bisa saja terjadi seperti tersedak dan ketidakmampuan untuk bernafas," kata badan pertahanan sipil setempat menambahkan. "Ini adalah situasi serius yang memengaruhi seluruh populasi yang terpapar."

Pemerintah memeringatkan warga untuk meninggalkan daerah itu dan mendapatkan perawatan medis jika mereka terkena gas.


Lava menyembur seperti air mancur

Tak hanya gumpalan abu, tapi juga lava yang berbahaya. Dari 21 celah, 17 adalah yang terpanjang, dan telah menembak lava seperti air mancur dan "mengirimkan hujan rintik-rintik lebih dari 100 kaki atau 30 meter ke udara," kata Hawaiian Volcano Observatory.

Coombs mengatakan celah itu telah berkurang dalam intensitas, tetapi para petugas lainnya menegaskan aktivitas bisa naik secepat itu turun.

Tetap saja, banyak celah yang memancarkan "sedikit" sulfur dioksida. Dua celah baru yang berukuran kecil menyemburkan tak banyak lava.

Stephanie Elam dari CNN mengatakan jantungnya mulai berdebar ketika dia mendekati satu celah.

"Kedengarannya seperti palu di mesin pengering. Batuan yang meleleh itu sangat berwarna jingga yang tampak diubah secara teknis. Ketika belerang dioksida menghantam paru-paru, itu bakal membuatku kehabisan napas," ujarnya.

Departemen Kesehatan Negara Bagian Hawaii meminta masyarakat umum untuk menghindari area dengan celah karena gas yang dipancarkan memerlukan respirator penyaring khusus.


Kemungkinan lebih banyak letusan

Semburan lava telah menelan sejumlah rumah dan kendaraan. Sejauh ini, setidaknya 37 bangunan telah hancur, dan jumlahnya bisa terus bertambah.

Selain lava dan gas beracun, sekarang ada kekhawatiran tentang letusan freatik.

Menurut USGS, itu adalah ledakan yang didorong uap yang terjadi ketika air di bawah tanah atau di permukaan dipanaskan oleh magma, lava, batu panas, atau endapan gunung berapi baru. Panas yang berlebihan dapat menyebabkan air mendidih dan menghasilkan letusan.

Danau lava di kawah telah menurun sejak 2 Mei, yang meningkatkan kemungkinan ledakan freatik. Namun, akan sulit untuk memperingatkan warga yang mungkin berada di jalur letusan tersebut.

Janet Babb, seorang ahli geologi dari observatorium gunung berapi Hawaii, mengatakan letusan freatik "sangat sulit diprediksi, dan dapat terjadi dengan sedikit atau tanpa peringatan." (rah/rah)