Kunjungi Wapres JK, Anwar Ibrahim Tanya Soal KTT OKI

Natalia Santi, CNN Indonesia | Senin, 21/05/2018 08:05 WIB
Kunjungi Wapres JK, Anwar Ibrahim Tanya Soal KTT OKI Politisi dan tokoh reformasi Malaysia, Anwar Ibrahim. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus dan tokoh reformis Malaysia, Anwar Ibrahim melanjutkan silaturahmi di Jakarta dengan mengunjungi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) seusai bertemu dengan mantan Presiden BJ Habibie.

Dilansir Antara, Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat (PKR) tersebut menyambangi JK di rumah dinas Wapres di Jalan Diponegoro, Jakarta, Minggu (20/5) malam.

Menurut Juru Bicara Wapres Husain Abdullah kedua tokoh tersebut saling berbagi pengalaman saat masa muda menjadi pemimpin organisasi kepemudaan dan partai politik.




"Keduanya membicarakan tentang situasi di Malaysia terkini dengan suasana akrab dan santai," kata Husain seperti dilansir Antara, Minggu (20/5).

Menurut Husain, dalam pertemuan dengan JK, Anwar menanyakan perihal Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (KTT OKI) di Istanbul, Turki yang baru saja diikuti Wapres Jusuf Kalla. 

KTT Luar biasa OKI tersebut digagas Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menanggapi kekerasan yang dialami warga Palestina oleh tentara Israel di Jalur Gaza. Lebih dari 60 warga Palestina tewas, dan sekitar 2.700 lagi luka-luka dalam aksi protes memperingati Hari Nakba atau Hari Bencana, 15 Mei  pekan lalu.

Sebelumnya, Ketua Umum koalisi Pakatan Harapan yang kini berkuasa di Malaysia itu juga mengunjungi mantan Presiden RI BJ Habibie di kediamannya di bilangan Kuningan Jakarta.


Dalam pembicaraan selama kurang lebih dua jam, Habibie menanyakan ihwal reformasi di Malaysia dan berencana membuat tim untuk mengkaji transisi kekuasaan di Indonesia selama reformasi 1998.

Anwar Ibrahim dijadwalkan kembali ke Malaysia, Senin (21/5) pagi untuk menghadiri pelantikan Kabinet. Kali ini, Kabinet dipimpin oleh koalisinya Pakatan Harapan yang memenangkan pemilu Malaysia, 9 Mei lalu. Perdana Menteri Mahathir Mohamad telah berjanji untuk menyerahkan tampuk kepemimpinan Malaysia kepada Anwar Ibrahim dua tahun mendatang.



(nat)