"Saya sedikit kecewa karena saat Kim Jong-un bertemu dengan Presiden Xi Jinping untuk kedua kalinya, saya pikir ada perubahan sikap dari Kim Jong-un. Saya tidak suka itu," ujar Trump dalam tayangan konferensi pers di CNN, Rabu (23/5).
Namun, Trump berharap dugaan itu tidak benar karena ia memiliki hubungan yang baik dengan Xi. Trump bahkan mengatakan bahwa lawatan dua hari pada November lalu adalah salah satu momen terbaik dalam hidupnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korut memang mulai berubah sikap sejak pekan lalu, ketika mereka mengancam akan membatalkan pertemuan jika AS dan Korea Selatan terus melakukan latihan militer bersama.
Setelah ancaman tersebut, Trump pun menyatakan keraguan. Ia bahkan mengatakan bahwa pertemuan itu kemungkinan bisa batal.
Trump akhirnya mengatakan bahwa keputusan mengenai pertemuan yang rencananya bakal digelar di Singapura ini akan ditentukan pekan depan.
"Mengenai Singapura, kita akan lihat. [Pertemuan] ini bisa terjadi. Apa pun itu, kita akan tahu pekan depan. Jika terjadi, saya pikir akan menjadi hal yang baik untuk Korea Utara," kata Trump, sebagaimana dilansir AFP. (has)