Pelintasan itu dilakukan sehari setelah Menteri Pertahanan James Mattis menyebut China melakukan "intimidasi dan pemaksaan" di Indo-Pasifik dengan militerisasi di kepulauan.
Beijing mengklaim Kepulauan Spratly, tapi klaim itu tak diakui oleh Amerika maupun negara-negara tetangga China. Malaysia, Vietnam, Filipina dan Taiwan sama-sama menganggap wilayah itu adalah bagian dari kedaulatannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat AS yang dikutip CNN secara anonim mengatakan pengebom berkapasitas nuklir B-52 terbang sekitar 32 kilometer dari kepulauan.
Letnan Kolonel Chris Logan mengatakan operasi itu merupakan bagian dari misi "Kehadiran Pengebom Berkesinambungan" yang dilakukan Komando Pasifik Amerika Serikat. Dia mengatakan aktivitas itu "bertujuan untuk mempertahankan kesiapan pasukan AS."
Misi "yang telah secara rutin digelar sejak Maret 2004 dijalankan sesuai dengan hukum internasional," kata Logan.
[Gambas:Video CNN]
(aal)