Korut Krisis, AS Tak Tanggung Hotel Kim Jong-un di Singapura

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 06/06/2018 14:55 WIB
Korut Krisis, AS Tak Tanggung Hotel Kim Jong-un di Singapura Jubir Kemlu AS, Heather Nauert, memastikan bahwa negaranya tidak akan menanggung biaya hotel untuk Kim Jong-un selama berada di Singapura dalam rangka pertemuan dengan Presiden Donald Trump pekan depan. (Alex Wroblewski/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat memastikan tidak akan menanggung biaya hotel untuk Kim Jong-un selama berada di Singapura dalam rangka pertemuan dengan Presiden Donald Trump pekan depan.

"Pemerintah Amerika Serikat tidak akan membayar untuk penginapan delegasi Korea Utara. Kami tidak akan membayar pengeluaran mereka," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert, sebagaimana dikutip The Straits Times, Selasa (5/6).

Nauert juga memastikan bahwa AS tidak akan meminta negara lain untuk membayar akomodasi delegasi Korut selama di Singapura, sesuai dengan keterangan Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders.
Isu ini menjadi sorotan setelah kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan bahwa Korut kewalahan memikirkan akomodasi tersebut karena Kim ingin menginap di hotel mewah, seperti Fullerton atau St Regis, padahal perekonomian negara sedang terpuruk.


Sementara itu, pertemuan antara Kim dan Trump sendiri dihelat di Capella Hotel di Sentosa Island mulai pukul 09.00 pada 12 Juni mendatang.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi mengenai kehadiran Presiden Korsel, Moon Jae-in, dalam pertemuan tersebut untuk membahas kemungkinan deklarasi formal mengakhiri Perang Korea.
Sebelumnya, pemerintahan Moon sendiri mengucurkan dana puluhan miliar rupiah untuk membiayai delegasi Korut yang datang ke negaranya dalam rangka Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang pada Februari lalu.

Dana tersebut terbagi menjadi dua, yaitu untuk kontingen atlet Korut dan delegasi pejabat tinggi yang mencakup adik Kim Jing-un, Kim Yo-jong.

Untuk atlet, Korsel mengucurkan dana Rp35,9 miliar, sementara bagi Kim Yo-jong dan delegasi pejabat tinggi lainnya mencapai Rp3 miliar.
Namun, sejumlah pengamat menganggap biaya itu sepadan dengan dampak dari kedatangan delegasi Korut ke Korsel. Sejak saat itu, hubungan kedua negara yang sempat memanas pada tahun lalu perlahan membaik.

Delegasi Korsel beberapa kali mengunjungi Korut hingga akhirnya pertemuan bersejarah antara Kim Jong-un dan Moon Jae-in dapat terjadi pada 27 April lalu.

Pertemuan itu pula lah yang dianggap sebagai jalan pembuka bagi perjumpaan antara Kim dan Trump pekan depan.

[Gambas:Video CNN] (has/has)