Trump dan Kim dijadwalkan bertemu untuk pertama kalinya pada Selasa (12/6) dan Presiden Amerika Serikat rencananya akan pulang pada keesokan hari. Namun, sejumlah pejabat AS telah membentuk rencana kontingensi yang memungkinkan kedua pihak melanjutkan diskusi lebih dari satu hari, termasuk menyiapkan ruang pertemuan di hari kedua.
Belum jelas apakah Trump mau menjalani pertemuan dua hari dengan Kim, tapi dia selama ini menunjukkan fleksibilitas negosiasi dan menekankan bahwa dia berencana mengikuti instingnya saat menegosiasi pihak Korut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS selama ini menekankan keinginannya, yakni denuklirisasi Korea Utara secara utuh dan dapat diverifikasi. Namun, sepekan jelang pertemuan, kemauan Kim memenuhi hal tersebut masih dipertanyakan dan para pejabat AS menekankan semuanya tergantung pada keputusan Kim.
Presiden AS mengamini pada pekan lalu, ketika ia menegaskan pertemuan ini akan jadi awal dialog dengan Korea Utara dan kemungkinan ia tak akan mencapai semua tujuannya di pertemuan pertama.
"Saya rasa ini merupakan pertemuan perkenalan dengan beberapa tambahan, dan itu bisa jadi hal yang sangat positif," kata Trump.
[Gambas:Video CNN]
(aal)