Keputusan ini dibuat berdasarkan rekomendasi dari badan keamanan Israel, Shin Bet, yang menganggap Tamimi masih menjadi ancaman bagi keamanan negara.
"Pernyataan yang ia buat mengenai kasus tersebut mengindikasikan ideologi radikalnya, dan dengan mempertimbangkan situasi keamanan di daerah, ada potensi bahaya jika ia menerima pembebasan awal," demikian pernyataan Shin Bet, sebagaimana dikutip Haaretz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesepakatan itu dibuat setelah pengadilan menyatakan bahwa Tamimi akan diadili dengan 12 tuntutan. Menurut sejumlah pengamat, dengan dakwaan tersebut, Tamimi dapat dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.
Tamimi sendiri sudah ditahan sejak Desember lalu, setelah video yang menunjukkan ia menampar tentara Israel tersebar di media sosial.
Video itu diyakini diambil di Nabih Salih, daerah tempat tinggal Tamimi, di mana demonstrasi menentang pendudukan Israel terus bergema.
Tentara Israel tak tinggal diam dan menghampiri langsung sejumlah demonstran, termasuk sepupu Tamimi, Mohammed, yang kepalanya ditembak dengan peluru karet dari jarak dekat.
Sebagai balasan, Tamimi bersama ibu dan sepupunya, Nour, menghampiri dua tentara Israel yang sedang berjaga di dekat rumahnya. Saat itulah peristiwa yang terekam video itu terjadi. (has)