Trump dan Kim bertemu untuk pertama kalinya di Singapura, Selasa (12/6). Selain itu, ini juga adalah kali pertamanya dalam sejarah ada pemimpin dari kedua negara yang bertemu secara langsung.
Keduanya bakal membahas potensi denuklirisasi Semenanjung Korea, perdamaian dengan Korea Selatan dan diperkirakan akan juga menyinggung normalisasi hubungan AS-Korut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peristiwa ini akan dirayakan di Korea Utara sebagai momen ketika Amerika Serikat mengakui dan memperlakukan Korea Utara secara setara."
Lee mengatakan langkah Presiden AS yang rela terbang jauh untuk bertemu pemimpin "negara sangat miskin dan sangat kecil" membuat Kim mendapatkan legitimasi yang sangat besar.
"Ini yang dipikirkan Kim ketika dia meningkatkan dan mempercepat uji coba peralatannya--untuk memaksa Presiden AS ke meja negosiasi," kata Lee. "Menakjubkan untuk disaksikan dan membuat saya merinding karena kita benar-benar memberikan apa yang dia inginkan."
Lihat juga:Kim Jong-un Bungkam Ditanya Denuklirisasi |
"Jabat tangannya tampak seperti antara rekan sejawat," ujarnya. "Trump tampak sangat menyadari hal ini, bahwa ia mesti meningkatkan pertaruhannya dan dipandang sebagai pemimpin."
Saat berjabat tangan, Trump dan Kim saling menunjukkan kendali. (REUTERS/Jonathan Ernst) |
Presiden AS, yang berusia lebih dari dua kali lipat Kim, kemudian menunjukkan jalan ke perpustakaan saat keduanya bertemu empat mata.
Hubungan Korut dan AS sempat memanas sepanjang 2017 lalu, ketika Korut terus melakukan uji coba rudal dan nuklirnya. Kim dan Trump kerap silih melontarkan hinaan hingga ancaman perang.
Di saat yang sama, Korea Selatan dipimpin Presiden Moon Jae-in yang lebih mengedepankan pendekatan lunak terhadap negara tetangganya. Secara resmi, dua Korea masih berstatus musuh perang.
Keinginan Moon disambut perubahan mendadak Kim yang pada pidato akhir tahunnya menyatakan ingin memperbaiki hubungan dengan Korsel. Setelah itu, kedua negara sepakat memulai proses damai dan berdialog dengan pihak AS.
(aal)
Saat berjabat tangan, Trump dan Kim saling menunjukkan kendali. (REUTERS/Jonathan Ernst)