Iran Peringatkan Kim Jong-un: Trump Bisa Batalkan Perjanjian
Hanna Azarya Samosir | CNN Indonesia
Rabu, 13 Jun 2018 06:00 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Iran memperingatkan Kim Jong-un untuk berhati-hati saat berurusan dengan Presiden Donald Trump yang dianggap dapat membatalkan perjanjian denuklirisasi antara Korea Utara dan Amerika Serikat kapan pun.
"Kami tidak tahu tipe orang yang bernegosiasi dengan pemimpin Korea Utara. Tak jelas apakah dia tidak akan membatalkan perjanjian itu sebelum pulang," ujar juru bicara pemerintahan Iran, Mohammad Bagher Nobakht, sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.
Pernyataan ini dilontarkan untuk menanggapi kesepakatan hasil pertemuan bersejarah antara Kim dan Trump di Singapura pada Selasa (12/6).
Salah satu poin penting dari perjanjian itu adalah kedua negara sepakat untuk mewujudkan denuklirisasi penuh di Semenanjung Korea.
Iran sendiri sebelumnya pernah meneken perjanjian mengenai penghentian program senjata nuklir mereka dengan AS di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama, dan sejumlah negara lainnya.
Namun, Trump membatalkan perjanjian itu pada Mei lalu karena menganggap isinya tak dapat membidik langsung program rudal balistik Iran. Trump mengatakan ingin menyusun perjanjian baru.
Negara lain yang ikut menandatangani perjanjian tersebut, seperti Inggris, China, Perancis, Jerman, dan Rusia, mengkritik AS dan tetap berupaya untuk mempertahankan kesepakatan.
Selain perjanjian nuklir Iran, Trump baru-baru ini juga menarik dukungannya dari pernyataan bersama para pemimpin negara di akhir konferensi tingkat tinggi G7 hanya berselang sehari sebelum pertemuan dengan Kim. (has)
"Kami tidak tahu tipe orang yang bernegosiasi dengan pemimpin Korea Utara. Tak jelas apakah dia tidak akan membatalkan perjanjian itu sebelum pulang," ujar juru bicara pemerintahan Iran, Mohammad Bagher Nobakht, sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.
Pernyataan ini dilontarkan untuk menanggapi kesepakatan hasil pertemuan bersejarah antara Kim dan Trump di Singapura pada Selasa (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Trump membatalkan perjanjian itu pada Mei lalu karena menganggap isinya tak dapat membidik langsung program rudal balistik Iran. Trump mengatakan ingin menyusun perjanjian baru.
Lihat juga:Iran Ajak Dunia Lawan Trump |
Selain perjanjian nuklir Iran, Trump baru-baru ini juga menarik dukungannya dari pernyataan bersama para pemimpin negara di akhir konferensi tingkat tinggi G7 hanya berselang sehari sebelum pertemuan dengan Kim. (has)