FOTO: Perjuangan Hidup Rohingya di Tengah Konflik

REUTERS/Clodagh Kilcoyne, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 19:40 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pengungsi Rohingya mendapatkan pekerjaan di industri perikanan Bangladesh. Namun gajinya sangat kecil.

Beberapa pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar berhasil mendapat pekerjaan di industri perikanan di Bangladesh. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Namun penghasilan para pengungsi Rohingya di Bangladesh tersebut sangat kecil. Mereka sesekali berbagi hasil tangkapan, di bawah pengawasan resmi. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Di Kamp pengungsi Shamlapur, dekat sebuah kampung nelayan di pinggir salah satu pantai yang terpanjang di dunia. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Mohammed Yosuf, 20 tahun, yang bekerja sebagai nelayan berpenghasilan sekitar 200-300 taka atau sekitar Rp33-Rp49 ribu setiap menempuh perjalanan lima hari. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Yosuf mengaku dia melarikan diri bersama istrinya, Sobora Khatun yang sedang hamil sembilan bulan ketika melarikan diri dari Myanmar, setelah dua bulan mendekam di penjara. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Putra Yosuf yang berusia tiga tahun tewas tenggelam di sungai saat menyeberang menuju Bangladesh. Tapi putrinya, Rukia lahir dengan selamat. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Mereka termasuk di antara 700 ribu muslim Rohingya yang melarikan diri dari penumpasan militer Myanmar. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Hampir semuanya berlindung di kamp-kamp darurat di sekitar distrik selatan Cox's Bazar. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Dengan luas lebih dari 81 hektar, tempat pengeringan ikan menangani sekitar 100 ton ikan setiap hari. Dari mulai musim puncak pengeringan dari September hingga Mei. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Beberapa wanita Rohingya mendapat pekerjaan mengeringkan ikan di pekarangan dekat Nazirartek, dengan bayaran 100-200 taka. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)