Paus Fransiskus mendukung pernyataan para uskup Katolik di Amerika Serikat yang menyebut pemisahan anak-anak dari orang tua bertentangan dengan nilai-nilai Katolik dan tidak bermoral.
"Itu tidak mudah, tetapi populisme bukanlah solusi," kata Paus Fransiskus pada Minggu malam, dikutip Reuters Rabu (20/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para uskup di Amerika Serikat menyatukan suara dengan para pemuka agama lain turut mengutuk kebijakan tersebut.
"Saya berada di sisi konferensi para uskup. Biarlah jelas bahwa dalam hal-hal ini, saya menghormati (posisi) konferensi uskup," kata Paus.
Paus memimpin sebuah gereja yang memiliki 1,3 miliar anggota di seluruh dunia dan merupakan denominasi Kristen di Amerika Serikat.
Paus mengatakan populisme 'menciptakan psikosis' pada masalah imigrasi. Bahkan peradaban yang telah maju seperti Eropa pun tanpa imigrasi hanya akan menjadi daratan kosong, ujarnya.
"Saya percaya bahwa Anda tidak dapat menolak orang yang datang. Anda harus menerima mereka, membantu mereka, merawat mereka, menemani mereka dan kemudian melihat di mana menempatkan mereka," kata Paus.
"Menciptakan psikosis bukanlah obatnya. Populisme tidak menyelesaikan banyak hal."
(aal)