"Situasi saat ini berbeda dengan tahun lalu ketika uji coba rudal sering dilakukan. Sekarang nampaknya situasi tidak lagi sama di mana rudal akan meluncur dalam waktu dekat," kata Kepala Staf Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, kepada wartawan di Tokyo, Kamis (21/6).
Dikutip Reuters, latihan evakuasi kerap dilakukan pemerintah dan warga Jepang guna mengantisipasi ancaman rudal Korut. Sebab, hingga tahun lalu Korut terus memamerkan ambisinya mengembangkan senjata nuklir dan peluru kendali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump dan Kim menyepakati beberapa hal termasuk soal nuklir ketika bertemu di SIngapura. (Reuters/Jonathan Ernst) |
Seorang pejabat lokal di Yaita mengatakan otoritas di prefektur Tochigi telah mendapat notifikasi bahwa pemerintah pusat menghentikan latihan evakuasi karena "mempertimbangkan situasi internasional".
Media lokal Jepang melaporkan beberapa prefektur lainnya juga telah diinformasikan terkait penghentian latihan evakuasi ini.
Jepang melalui Suga kembali menekankan bahwa penting bagi Korut untuk mengambil langkah konkret melucuti seluruh senjata penghancur massalnya secara menyeluruh dan terverifikasi.
Meski begitu, Suga menekankan AS dan Korea Selatan juga perlu menghentikan aktivitas permusuhan seperti latihan militer bersama yang selama ini dilihat Korut sebagai ancaman.
Setelah pertemuan puncak AS-Korut, Perdana Menteri Shinzo Abe juga dikabarkan tengah mencari kesempatan untuk bertemu Kim Jong-un. Kepada media Jepang, sumber pemerintah tak menutup kemungkinan bahwa Abe akan bertemu Kim di Pyongyang. (stu)
Trump dan Kim menyepakati beberapa hal termasuk soal nuklir ketika bertemu di SIngapura. (Reuters/Jonathan Ernst)