Mahathir mendasarkan argumennya tersebut pada fakta bahwa Najib sebagai pendiri 1MDB pasti menandatangani semua dokumen transaksi lembaga itu.
"Siapa yang percaya dia tidak tahu ketika dia sendiri menandatanganinya?" ucap Mahathir dalam wawancara khusus dengan Malay Mail.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, selama ini, Mahathir mempertanyakan keberadaan dana pinjaman itu dan digunakan untuk apa saja.
Pernyataan ini dilontarkan setelah Najib dalam wawancara khusus dengan Reuters, mengaku tak tahu apa-apa soal aliran dana 1MDB, terutama yang masuk ke dalam rekening pribadinya.
"Saya tidak mendapatkan keuntungan dari 1MDB karena saya percaya 1MDB didirikan untuk sesuatu yang baik bagi negara. Jika saya tahu ada penyalahgunaan dana, jika dalam sepengetahuan saya, saya pasti akan bertindak," kata Najib.
Kementerian Kehakiman Amerika Serikat menduga sebagian dari dana tersebut disalahgunakan dalam beberapa transaksi besar di Negeri Paman Sam tersebut.
Najib kemudian membeberkan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui segala transaksi yang menggunakan rekening pribadinya.
Menanggapi pernyataan Najib ini, Mahathir berkata, "Tidak mungkin karena dia harus memberikan tanda tangan untuk menggunakan uang itu. Untuk menggunakan uang itu, saya harus mengeluarkan cek. Najib selalu beranggapan rakyat bodoh." (has)