Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengatakan para menlu juga akan membahas isu regional dan global yang menjadi perhatian kedua negara termasuk situasi di Semenanjung Korea.
"Semenanjung Korea bisa disebut standing agenda (agenda tetap) pertemuan kedua menlu pekan depan, terutama dalam konteks strategic dialogue (dialog strategis) Indonesia-Jepang," kata Arrmanatha di Jakarta, Jumat (22/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua negara punya perhatian bersama yakni keinginan agar tercapainya perdamaian di kawasan Semenanjung Korea yang bebas nuklir."
Selain isu global, Arrmanatha mengatakan Kono dan Retno juga akan membahas upaya penguatan kerja sama antara kedua negara, terutama dalam bidang ekonomi dan perdagangan.
Tahun ini, paparnya, Indonesia dan Jepang juga merayakan 60 tahun hubungan diplomatik. Selama ini, Arrmanatha berujar hubungan dagang dan investasi antara Tokyo dan Jakarta juga terus menunjukkan tren positif.
"Nilai perdagangan dan jumlah investasi Jepang-Indonesia cenderung meningkat setiap tahunnya. Tahun 2016, nilai perdagangan kedua negara mencapai US$29 miliar dan tahun kemarin naik menjadi US$30 miliar," ujarnya.
Selain kerja sama perdagangan dan investasi, Arrmanatha mengatakan Kono dan Retno juga akan mendiskusikan penguatan kerja sama dalam bidang infrastruktur, pengembangan pusat maritim terpadu, dan pariwisata.
Kono dijadwalkan tiba di Jakarta pada 24 Juni malam. Setelah bertemua Retno pada 25 Juni pagi, Menlu yang baru dilantik pada Agustus lalu itu juga akan melakukan kunjungan kehormatan ke Istana Merdeka untuk menemui Presiden Joko Widodo.
(aal)