Pangeran William Memulai Kunjungan Bersejarah ke Timur Tengah

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 24/06/2018 20:34 WIB
Pangeran William Memulai Kunjungan Bersejarah ke Timur Tengah Pangeran William (36) memulai kunjungan resmi dan bersejarahnya ke Timur Tengah, dimulai dengan Yordania pada Minggu (24/6), dan diikuti Israel dan Palestina. (Foto: AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pangeran William terbang ke Yordania, pada Minggu (24/6), dalam perjalanan yang akan membuatnya menjadi anggota pertama keluarga kerajaan Inggris melakukan kunjungan resmi ke Timur Tengah, termasuk ke Israel dan wilayah Palestina.

Dikutip dari AFP, Duke of Cambridge yang berusia 36 tahun itu mendarat di Amman untuk kali pertama dengan tujuan menjalin hubungan dengan Putra Mahkota Yordania Hussein bin Abdullah (23), yang juga merupakan lulusan Akademi Militer Sandhurst Kerajaan Inggris.

Pangeran William dijadwalkan akan menuju ke Israel pada Senin malam untuk memulai kunjungan sejarahnya ke negara tersebut. Disebutkan, dia akan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan kemudian bertemu presiden Palestina Mahmud Abbas pada Rabu.



Terkait kunjungannya ini, Istana Kensington menggarisbawahi bahwa ini "sifat non-politik dari peran His Royal Highness, yang sama dengan semua kunjungan kerajaan ke luar negeri". Tetapi wilayah yang ia kunjungi kali ini termasuk rawan dan sensitif.

Hal itu disebabkan kunjungan William tak berselang lama setelah Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan Washington di sana, di mana telah memicu kemarahan Arab dan bentrokan mematikan beberapa waktu lalu.

Merunut sejarahnya, Inggris memerintah wilayah itu di bawah mandat Liga Bangsa-Bangsa selama hampir tiga dekade hingga kemerdekaan Israel 70 tahun lalu, dan masih disalahkan oleh kedua pihak karena menabur benih-benih konflik yang terus melanda kawasan itu.

Kunjungan resmi oleh anggota kerajaan Inggris dilakukan atas permintaan pemerintah Inggris, tetapi pernyataan dari kerajaan hanya memberikan sedikit penjelasan tentang waktu perjalanan ini. Sebelumnya, Israel telah lama mendorong kunjungan resmi oleh anggota kerajaan Inggris.


Anggota keluarga William lainnya - termasuk ayahnya Pangeran Charles - telah melakukan kunjungan tidak resmi ke Israel dan Yerusalem Timur di masa lalu.

Selama perjalanan, William akan memiliki banyak pengingat tentang peran Inggris di wilayah tersebut.

Di Yerusalem ia akan menginap di hotel King David, yang merupakan markas administrasi Inggris selama pemerintahan Palestina sebelum negara Israel pada tahun 1948.

Pada tahun 1946, kaum Yahudi militan yang melakukan perlawanan keras terhadap pemerintah Inggris membom gedung itu, membunuh dan melukai banyak orang, banyak dari mereka pegawai sipil Inggris atau personil militer.

Di antara jadwalnya yang padat, ia juga akan bertemu dengan anak-anak muda, tentara Inggris dan pengungsi Suriah saat berada di Yordania.


Di Israel, William akan meletakkan karangan bunga di Yad Vashem Holocaust Memorial. Kemudian, ia dijadwalkan akan mengunjungi Mount of Olives di Yerusalem dan memberi penghormatan di makam nenek buyutnya, Princess Alice (ibu Pangeran Philip), yang dihormati oleh Israel karena melindungi orang Yahudi selama Perang Dunia II.

Di kota Ramallah Tepi Barat, William disebutkan akan bertemu pengungsi Palestina dan pemuda. (rah/rah)