Menurut Mahathir proyek ini bisa membawa industri otomotif Indonesia dan Malaysia menandingi Jepang dan negara lain di Asia.
"Saya yakin dengan proyek mobil Indonesia-Malaysia dengan pasar yang besar, kebolehan kita bisa seperti orang Jepang."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahathir mengaku ide itu muncul ketika dirinya menguji coba mobil produksi perusahaan plat merah Malaysia, Proton, bersama Jokowi pada 2015 lalu di sirkuit Sepang.
"Saat itu saya bukan sebagai perdana menteri. Saya mengendarai mobil hingga 180 kilometer per jam di sirkuit Sepang. Di sebelah saya, Presiden Jokowi tidak mengeluh sama sekali ketika saya mengendari mobil dengan kecepatan itu," ucapnya bercanda.
Menurut Mahathir, proyek mobil Indonesia-Malaysia bukan ide yang mustahil. Sebab, menurutnya, kedua negara memiliki kapasitas sumber daya manusia dan material yang bisa saling melengkapi untuk menciptakan produk otomotif yang berkualitas.
"Ini bukan suatu yang mustahil. Kita dulu mungkin tak tahu banyak soal ini, tapi sekarng kapasitas kedua negara sudah lebih baik lagi."
(aal)