Para anak buah Trump, termasuk HR McMaster yang saat itu menjabat penasihat keamanan nasional, dengan tegas menentang ide tersebut, memperingatkannya bahwa ide itu bisa berakibat negatif.
Pertanyaan itu, menurut laporan CNN pada Kamis (5/7) dini hari, ditanyakan dalam pertemuan soal sanksi diplomatik terhadap Venezuela.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:AS Keluar dari Dewan HAM PBB |
"Presiden menyatakan dan memikirkan banyak hal yang berbeda," kata pejabat itu. "Dia hanya mengutarakan pikirannya."
Komentar pribadi Trump kepada para penasihatnya itu pertama kali dilaporkan Associated Press. Hal itu dilaporkan diutarakan Trump sehari setelah menyatakan sepenuhnya mendukung Rex Tillerson yang saat itu masih menjabat sebagai menteri luar negeri, bahwa opsi militer sama sekali tak dipertimbangkan.
Selama beberapa bulan setelahnya, Trump terus menekan para pemimpin Amerika Latin soal kemungkinan itu, termasuk di sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Para kepala negara menyatakan tak mau AS menginvasi Venezuela.
Wakil Presiden Mike Pence juga beberapa kali bertemu dengan para pemimpin oposisi Venezuela dan mengkritik keras pemerintahan negara tersebut saat berkunjung ke Amerika Latin.
Komentar semacam ini bukan kali pertamanya keluar dari mulut Trump. Sebelum peredaan ketegangan dengan Korea Utara belakangan ini, Trump mempertimbangkan serangan pencegahan terhadap Pyongyang.
Seperti dalam kasus Venezuela, para anak buahnya langsung meminta Trump tak melakukan tindakan tersebut.
(aal)