Pelatih Tim Sepakbola yang Terjebak di Gua Minta Maaf

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 07/07/2018 12:57 WIB
Pelatih Tim Sepakbola yang Terjebak di Gua Minta Maaf Kondisi tim sepakbola muda Thailand yang terjebak di dalam gua. (Thai Navy Seal/Handout via REUTERS TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih tim sepakbola muda Thailand 'Wild Boar' yang saat ini sedang terjebak di Gua Tham Luang, Chiang Rai, menyatakan permohonan maafnya kepada orang tua anak-anak didiknya terkait peristiwa ini.

Permintaan maaf dari pelatih berusia 25 tahun itu disampaikan melalui surat yang diberikan secara estafet, dari anggota tim penyelamat yang berada di dalam gua sampai ke tangan yang berada di luar gua.

"Kepada seluruh orangtua, anak-anak Anda baik-baik saja di sini. Saya berjanji akan menjaga mereka," tulis sang pelatih, Ekkapol Chantawong, seperti yang dilansir dari keterangan resmi tim penyelamat Thailand pada Sabtu (7/7).


"Terima kasih atas semua bantuan moral yang diberikan sekaligus saya memohon maaf kepada seluruh orangtua," lanjut tulisan dalam suratnya.

Selain pernyataan sang pelatih, surat itu juga berisi pesan-pesan dari belasan remaja tim sepakbola kepada orangtua mereka.

Banyak dari mereka yang menyatakan ketakutannya berada di dalam gua saat malam hari.

"Ibu dan bapak jangan khawatir," tulis seorang remaja yang bernama Bew.

"Saya tidak pulang selama dua minggu tapi saya akan segera pulang dan membantu kalian di toko," lanjutnya.

Surat lainnya berasal dari remaja bernama Dom yang mengaku sehat namun kedinginan.

Saat ini korban yang terjebak di dalam gua sudah bertemu dengan tim penyelamat. Meski demikian mereka belum bisa keluar gua karena ada reruntuhan yang menutup jalur berjalan kaki.

Tim penyelamat yang berhasil mencapai lokasi mereka di dalam gua sejak beberapa hari lalu melakukan pelatihan singkat cara menyelamatkan diri di dalam gua yang banjir, karena sebagian besar korban tak bisa berenang.

Kasus terjebaknya tim sepakbola muda Thailand di gua menjadi perdebatan di Negara Gajah Putih.

Sebagian besar menyayangkan keputusan sang pelatih yang mengadakan acara jalan-jalan di alam terbuka bahkan sampai masuk gua saat musim hujan datang.

(ard)