Temuan oleh penyelidik Perancis ini berlawanan dengan pernyataan dari pihak berwenang Mesir yang menyebut bom sebagai penyebab kecelakaaan.
Mesir menyebut bahwa jejak ledakan ditemukan di tubuh para penumpang. Ketika itu, kelompok ISIS juga mengklaim bertanggung jawab atas kecelakaan pesawat, dengan menyebut mereka menyelundupkan peledak lewat kaleng minuman ringan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 12 warga negara Perancis ikut tewas dalam kecelakaan tersebut.
Protes secara publik seperti yang dilakukan BEA ini jarang dilakukan. Biasanya, hanya disampaikan secara rahasia kepada negara yang bertanggung jawab atas penyelidikan.
"BEA menganggap bahwa hipotesis yang paling mungkin adalah bahwa kebakaran terjadi di kokpit ketika pesawat terbang di ketinggian normal pesawat dan bahwa api menyebar dengan cepat mengakibatkan hilangnya kendali atas pesawat," kata pernyataan BEA.
EgyptAir dan kementerian penerbangan Mesir belum memberikan respons atas pernyataan BEA.
Seorang sumber anonim yang dekat dengan masalah ini mengatakan "Ada perbedaan politik antara Prancis dan Mesir atas penyelidikan ini," namun menolak memberikan rincian lebih lanjut. (stu)