KJRI Osaka Bantu WNI Korban Banjir dan Longsor di Jepang

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 11/07/2018 09:58 WIB
KJRI Osaka Bantu WNI Korban Banjir dan Longsor di Jepang Banjir terburuk di Jepang sejak 1983 kali ini menelan korban 157 orang. (REUTERS/Issei Kato)
Jakarta, CNN Indonesia -- Konsulat Jenderal RI (KJRI) Osaka mengirimkan bantuan bagi warga Indonesia yang terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda Jepang bagian barat, terutama di Prefektur Hiroshima dan Prefektur Okayama, Selasa (10/7).

Konsul Protokol dan Konsuler, Yuyun Kamhayun bersama Petugas Komunikasi, Widodo Adi Nugroho dan Staf Fungsi Ekonomi, Andrie Wiryono membawa bantuan antara lain berupa makanan, susu, air mineral, pakaian, handuk dan perlengkapan mandi.

Untuk menuju titik-titik terdampak bencana di Okayama dan Hiroshima, Tim KJRI Osaka menempuh perjalanan darat dengan jarak total sekitar 350 km dengan waktu tempuh mencapai 10 jam. Padaha, perjalanan Osaka-Okayama-Hiroshima dalam kondisi normal dapat ditempuh kurang lebih empat hingga lima jam.


Pada 9 Juli 2018, Tim KJRI Osaka mencoba bergerak dari Osaka ke Kurashiki City, salah satu kota paling terdampak di Prefektur Okayama.

Penyaluran bantuan bagi WNI korban banjir di Kure, Hiroshima, Jepang, Selasa (10/7)Foto: Dok. KJRI Osaka
Penyaluran bantuan bagi WNI korban banjir di Kure, Hiroshima, Jepang, Selasa (10/7)


Di sana tercatat setidaknya terdapat empat keluarga WNI yang sempat pindah ke pengungsian akibat banjir besar.

Kendala menghadang saat tim tengah berusaha menuju Kurashiki City, yakni ditutupnya akses jalan ke arah kota tersebut.

Sebagai upaya awal, Tim KJRI Osaka menyerahkan bantuan melalui Persatuan Pelajar Indonesia Komisariat Okayama yang akan membantu pendistribusiannya.

Tim KJRI Osaka meneruskan perjalanan dari Prefektur Okayama menuju Prefektur Hiroshima untuk menjangkau WNI terdampak bencana yang diantaranya bermukim di Kota Saijo, Kota Kure dan Kota Mihara.

Tim kembali menemui hambatan dalam perjalanan ke Hiroshima. Akses jalan tol menuju Hiroshima sebagian ditutup sehingga Tim terpaksa menggunakan jalan non-tol yang telah dipadati oleh kendaraan bermotor akibat penutupan jalan tol.


Tim tiba di Hiroshima pada 10 Juli 2018 dini hari setelah menempuh waktu lebih dari 6 jam. Dalam kondisi normal, perjalanan Okayama-Hiroshima menggunakan jalan tol memerlukan waktu kurang lebih 2 jam.

Pada 10 Juli 2018 Tim KJRI Osaka berhasil menemui sejumlah WNI terdampak bencana di Prefektur Hiroshima dan menyampaikan bantuan kepada perwakilan WNI masing-masing di Kota Saijo, Kota Kure dan Kota Mihara.

Bantuan diberikan kepada perwakilan WNI dan PPI Komisariat Hiroshima yang akan membantu menyalurkannya ke sesama WNI terdampak bencana.

Dalam perjalanan dari Hiroshima menuju Osaka, Tim berupaya kembali menyambangi Kota Kurashiki, Okayama yang sehari sebelumnya masih terisolasi akibat terputusnya akses jalan ke kota tersebut.

Bantuan ke WNI korban banjir di Kota Mihara, Hiroshima, Jepang, Selasa (10/7).Foto: Dok. KJRI Osaka
Bantuan ke WNI korban banjir di Kota Mihara, Hiroshima, Jepang, Selasa (10/7).


Pada kesempatan kali ini Tim akhirnya berhasil menemui WNI di Kurashiki yang terdampak dan menyerahkan bantuan.

Kondisi wilayah terdampak banjir dan longsor di Prefektur Hiroshima dan Prefektur Okayama belum sepenuhnya pulih.

Di Kota Kure, Hiroshima, air bersih belum mengalir ke rumah penduduk dan harus diambil dari titik-titik tertentu serta air untuk minum masih sangat terbatas.

Di Kota Honggo, Hiroshima, sejumlah WNI terpaksa mengungsi ke Masjid Mihara yang dikelola oleh masyarakat Indonesia setempat di Kota Mihara akibat terputusnya akses terhadap air bersih sehingga umumnya warga setempat sampai harus mengandalkan sungai sebagai sumber air.



Bencana banjir dan tanah longsor melanda wilayah Jepang bagian barat pada hari Jumat dan Sabtu, 6-7 Juli 2018, akibat tingginya curah hujan selama tiga hari berturut-turut.

Wilayah terdampak paling parah adalah Prefektur Hiroshima dan Okayama. Per 10 Juli 2018, di Hiroshima setidaknya tercatat 56 korban jiwa, 50 orang hilang, 1.595 rumah rusak dan 5.504 orang terpaksa mengungsi. Di Okayama, 28 orang dilaporkan meninggal, 7 orang hilang dan 2.749 rumah rusak. Sementara itu, di Ehime sementara ini terdata 25 orang menjadi korban jiwa.

Berdasarkan laporan masyarakat dan pantauan KJRI Osaka, pada umumnya WNI di wilayah terdampak bencana berada dalam kondisi aman. Namun dilaporkan adanya satu WNI mengalami luka ringan yang telah dirawat di RS setempat.

Sejumlah WNI lainnya terpaksa mengungsi ke pengungsian dan rumah keluarga masing-masing di wilayah terdekat yakni di Kota Saijo 4 keluarga, di Kota Kure 10 orang dan Kota Mihara empat orang.



Sejak 7 Juli 2018, KJRI Osaka telah menyampaikan imbauan kepada WNI, khususnya di wilayah Prefektur Hiroshima, Prefektur Okayama dan Prefektur Ehime untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap serta mengikuti instruksi dari otoritas setempat terutama dalam menghadapi banjir dan longsor akibat cuaca buruk.

KJRI Osaka menegaskan bahwa pihaknya senantiasa memantau perkembangan dan kondisi WNI di wilayah terdampak bencana.

"KJRI Osaka juga tetap menganjurkan agar masyarakat Indonesia setempat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya curah hujan tinggi pada waktu mendatang," kata KJRI Osaka lewat rilis yang diterima CNNIndonesia.com.

[Gambas:Video CNN]


Hotline KJRI Osaka dapat dihubungi setiap saat khusus dalam keadaan darurat, yaitu melalui nomor: +81 80 3113 1003 (seluler, Viber, Line, Whatsapp). (nat)