Hujan mulai reda di seluruh penjuru kawasan yang diguyur pekan lalu, menunjukkan langit cerah dan matahari menyengat yang diperkirakan bakal meningkatkan suhu udara hingga melampaui 30 derajat celsius, memicu kekhawatiran akan serangan panas di daerah-daerah yang tak punya akses listrik atau air.
"Air botolan dan teh botolan semua hilang dari mini market dan toko-toko lain," kata pekerja di sekolah keperawatan itu di salah satu tempat pasokan air darurat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah korban kini setidaknya mencapai angka 109 jiwa, setelah banjir memaksa jutaan orang mengungsi dari rumah, kata televisi NHK dikutip Reuters. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak 117 orang tewas dalam hujan deras 1983.
Lihat juga:Hujan Lebat Mendera Jepang, 38 Orang Tewas |
Operasi industri juga terdampak, termasuk sejumlah perusahaan otomotif seperti Mazda, Daihatsu dan perusahaan elektronik seperti Panasonic.
Peristiwa ini tidak berdampak pada kilang minyak, tapi jalan yang terputus membuat bahan bakar diesel di kota tersebut terancam langka.
[Gambas:Video CNN]
Jepang selalu memantau kondisi cuaca dan menerbitkan peringatan dini, tapi populasi padat membuat setiap lahan yang tersedia di pegunungan diisi oleh bangunan. Situasi ini membuat banyak wilayah rentan akan bencana. (aal)