Fasih Lima Bahasa, Adul Sam Pahlawan Remaja Thailand

Natalia Santi, CNN Indonesia | Rabu, 11/07/2018 12:28 WIB
Fasih Lima Bahasa, Adul Sam Pahlawan Remaja Thailand Foto: Thai Navy Seal/Handout via REUTERS TV
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang remaja Thailand muncul sebagai pahlawan dalam aksi penyelamatan. Adul Sam, anggota tim sepak bola Wild Boars memainkan peran penting dalam penyelamatan remaja Thailand yang dramatis. Ke-12 remaja Thailand terjebak di gua Tham Luang, Thailand Utara bersama pelatihnya sejak 23 Juni dan berhasil diselamatkan tiga pekan kemudian, Selasa (10/7).

Remaja berusia 14 tahun itu fasih bercakap-cakap dalam lima bahasa. Yakni Inggris, Thailand, Burma, Mandarin dan Wa, bahasa yang dipakai di perbatasan Myanmar dan China.

Kemahiran berbahasa Adul sangat penting saat tim penyelam Inggris menemukan mereka di celah labirin gua yang tergenang air, sembilan hari setelah dilaporkan hilang.



Berkat kefasihannya berbahasa Inggris, Adul bisa menjelaskan berapa lama mereka terjebak di gua dan apa saja yang mereka perlukan.

Tim penyelam SEAL Angkatan Laut Thailand mengunggah foto Adul dengan senyum lebar di wajahnya. Meski dalam situasi yang sangat sulit, Adul masih dapat tersenyum optimistis.

"Saya Adul, saya sehat," kata remaja kurus dalam bahasa Thai, lewat video yang diunggah beberapa jam setelah tim sepak bola remaja itu ditemukan bersama pelatihnya. Dia juga memperlihatkan salam tradisional Thai "wai" tanda kesantunan.



Dia satu-satunya remaja Thailand yang terjebak di gua, yang dapat berkomunikasi dengan para penyelam Inggris.

"Ini hari apa?" teriak Adul, lalu mengatakan kepada para penyelam bahwa mereka semua kelaparan.

Berkat Adul, ke-12 remaja dan pelatih sepak bolanya berhasil keluar dari gua dengan selamat. Kabar keberhasilan penyelamatan remaja Thailand pun mendunia.


Hal-hal kecil tentang ke-12 remaja Thailand yang terjebak di gua itu pun tersiar. Duganpet Promptep, kapten kesebelasan berhasil mengalahkan rasa takutnya pada kegelapan. Peerapat Sompiangjai seharusnya merayakan hari ulang tahun ke-16 di hari dia dinyatakan hilang.

Namun kisah Adul lebih menyedihkan. Delapan tahun lalu, orang tua Adul menyerahkan dia ke sebuah gereja Baptis di Thailand. Adul pun dirawat oleh pendeta tersebut bersama istrinya.

Dilansir situs berita NZ Herald, Ma adalah wilayah otonom yang tidak diakui Myanmar maupun dunia internasional, pendidikan dan lapangan kerja adalah hal yang langka. Wilayah tersebut dikenal sebagai tempat perdagangan narkoba dan perang gerilya.

Fasih 5 Bahasa, Adul Sam Pahlawan Remaja ThailandFoto: Thai Navy Seal/Handout via REUTERS TV


Status Adul sebagai anak tanpa kewarganegaraan mendorong dia untuk unggul melampaui teman-teman sekelasnya. Pemain sepak bola tersebut dikenal sebagai anak serba bisa.

Menurut The Wall Street Journal, Adul dapat memainakn tiga instrumen, memenangkan setiap pertandingan olah raga. Mulai dari voli dan futsal. Nilai akademis Adul pun semuanya A.

Adul adalah murid terpandai, peringkat teratas di kelasnya, Sekolah Ban Wiang Phan, Mae Sai. Dia memiliki catatan akademis yang tidak tertandingi.

"Sepak bola adalah hidupku," kata Adul pada salah seorang sahabatnya, Luea-Boon Junta.


Kepala Sekolahnya, Phunawhit Thepsurin menggambarkan Adul sebagai 'berlian'. "Tak hanya pandai dalam belajar dan olah raga, dia juga berprestasi," kata Thepsurin seperti dilansir kantor berita AFP.

Perang antara tentara Wa dan pasukan pemerintah Myanmar menyebabkan ribuan warga mengungsi, termasuk ke Thailand. Adul termasuk di antara 400 ribu orang yang terdaftar tanpa kewarganegaraan di Thailand, oleh Badan Pengungsi PBB, UNHCR.

[Gambas:Video CNN]

Tanpa akte kelahiran, kartu identitas dan paspor, Adul tidak dapat menikah, mendapat pekerjaan, memiliki rekening bank, bepergian, memiliki rumah atau memberikan suara. Thailand berjanji untuk mendaftar semua orang tanpa kewarganegaraan pada 2024. Namun sampai saat ini, nasib orang-orang seperti Adul masih belum pasti. (nat)