Pebisnis Buron Kasus 1MDB Diyakini Kabur dari Macau

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 11/07/2018 20:55 WIB
Pebisnis Buron Kasus 1MDB Diyakini Kabur dari Macau Jho Low, pebisnis Malaysia yang menjadi buronan kasus korupsi 1MDB diyakini sudah kabur dari tempat pelariannya di Macau. (Dimitrios Kambouris/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jho Low, pebisnis Malaysia yang menjadi buronan kasus korupsi lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) diyakini sudah kabur dari tempat pelariannya di Macau.

Kepala kepolisian Malaysia, Mohammad Fuzi Harun, mengonfirmasi kabar ini setelah mendapatkan surat elektronik dari aparat Macau.

"Berdasarkan surel itu, Jho Low diyakini sudah meninggalkan Macau ke tempat yang tidak diketahuin," ujar Mohammad, sebagaimana dikutip Channel NewsAsia, Rabu (1/7).


Konfirmasi ini disampaikan hanya berselang sehari setelah Malaysia meminta Macau untuk menangkap Jho Low.
Sebelumnya, Mohammad mengatakan bahwa Jho Low diyakini kabur ke Macau dari Hong Kong menggunakan kapal feri. Kepolisian pun mengirimkan tim khusus untuk melacak keberadaan Jho Low.

Malaysia juga meminta bantuan sejumlah negara, termasuk Indonesia, India, Myanmar, dan India melalui Interpol untuk melacak keberadaan Jho Low.

Paspor Jho Low sudah dicabut oleh Departemen Imigrasi Malaysia pada 15 Juni lalu berdasarkan permintaan dari Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC). Namun kini, Jho Low diduga menggunakan paspor dari negara lain.
Kementerian Kehakiman AS menyebut Jho Low sebagai otak skema pencurian US$4,5 miliar dana 1MDB.

Jho Low adalah teman dekat Riza Aziz, anak tiri mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, yang juga sedang diselidiki dalam skandal korupsi 1MDB.

Riza merupakan produser film berbasis di Los Angeles sekaligus pendiri agensi film Red Granite Pictures, yang memproduksi sejumlah karya Hollywood seperti The Wolf Of Wall Street yang dibintangi Leonardo DiCaprio, Dumb And Dumber To, dan Daddy's Home.

Dilansir The Straits Times, Kementerian Kehakiman AS menuding Riza menggunakan lebih dari US$100 juta uang 1MDB untuk membiayai ketiga film itu.
Reuters juga melaporkan bahwa Red Granite juga disebut terlibat pembelian sejumlah aset menggunakan uang 1MDB. Aset itu kemudian disita oleh AS.

Perusahaan dikabarkan sepakat menutup kasus tersebut dengan membayar denda US$60 juta kepada pemerintah AS.

Selain itu, Riza dituduh menyalahgunakan dana 1MDB untuk membeli sejumlah properti mewah, termasuk kondominium di New York, rumah mewah di tengah Kota London seharga US$41,8 juta, dan hunian megah senilai US$17,5 juta di kawasan elite Beverly Hills.

Keseluruhan kasus ini pertama kali menjadi perhatian publik setelah pada 2015 Wall Street Journal melaporkan aliran dana sebesar US$700 juta dari 1MDB ke rekening pribadi Najib Razak. (has/has)