Macron: Trump Tidak Ancam Keluar dari NATO

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 12/07/2018 20:55 WIB
Macron: Trump Tidak Ancam Keluar dari NATO Presiden Perancis, Emmanuel Macron, mengatakan bahwa Donald Trump tidak mengancam keluar dari NATO saat konferensi tingkat tinggi berlangsung, Kamis (12/7). (Reuters/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Perancis, Emmanuel Macron, mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tidak secara langsung mengancam keluar dari NATO saat konferensi tingkat tinggi berlangsung di Brussels, Kamis (12/7).

"Tak pada satu titik pun Presiden Trump, baik itu pertemuan bilateral atau multilateral, mengatakan bahwa dia akan keluar dari NATO," ujar Macron di sela konferensi tingkat tinggi NATO, sebagaimana dikutip Reuters.

Ketika didesak lagi, Macron hanya menjawab, "Tidak ada, setidaknya selama saya di sana. Dia tidak mengatakan itu kepada saya."


Macron mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut memang ada beberapa selisih pandangan, tapi semua masih dalam koridor diskusi yang baik.
Ia kemudian membahas mengenai tuntutan Trump agar para negara anggota NATO menaikkan anggaran pertahanan hingga 4 persen dari total pendapatan negara, lebih tinggi dari kesepakatan pada 2014 lalu, yaitu 2 persen.

Dalam rapat itu, Trump sebenarnya mengeluhkan negara-negara NATO yang tak segera bergerak memenuhi target tersebut.

Menurutnya, gagasan itu tak begitu baik dan semua negara anggota sebenarnya sudah berupaya keras untuk mencapai target.

"Semua sepakat untuk menaikkan pengeluaran, sejalan dengan komitmen yang dibuat pada 2014. Saya rasa NATO sudah lebih kuat," kata Macron.
Pernyataan ini dilontarkan setelah sejumlah media mengutip perkataan Trump bahwa dia bisa saja menarik AS keluar dari NATO, tapi tak perlu.

Ketika ditanya apakah mengancam untuk keluar dari NATO, Trump menjawab, "Saya rasa saya bisa, tapi itu tak diperlukan. Mereka telah meningkatkan hari ini seperti yang tak pernah dilakukan sebelumnya."

Namun, Trump mengakui sempat menyampaikan bahwa ia akan sangat kesal jika negara lain tak meningkatkan anggaran pertahanannya.

"Saya mengatakan kepada orang-orang bahwa saya akan sangat kesal jika mereka tidak mempertahankan komitmennya dengan sangat substansial. Karena Amerika Serikat selama ini membayar sangat besar--kemungkinan 90 persen biaya NATO," ujarnya dikutip CNN.
Trump kemudian mengatakan para sekutunya sepakat untuk meningkatkan anggaran.

"Semua sepakat untuk secara substansial memegang komitmennya. Mereka akan meningkatkannya di tahap yang tak pernah mereka pikirkan sebelumnya," kata Trump.

Banyak anggota NATO sudah berupaya untuk meningkatkan komitmen finansialnya dalam beberapa tahun belakangan, jadi belum jelas apa yang dimaksud oleh Trump.

"Sekarang kami sangat bahagia," kata Trump.
Dalam perjalanan menuju Brussels untuk menghadiri KTT NATO, Trump sudah berkicau menyebut 28 negara anggota selama ini tidak cukup banyak berkontribusi secara finansial jika dibandingkan dengan negaranya.

Di KTT sebelumnya pada 2014 lalu, para anggota sepakat menyisihkan setidaknya 2 persen dari produk domestik bruto (GDP) masing-masing untuk anggaran pertahanan pada 2024.

Amerika Serikat menghabiskan 3,5 persen GDP untuk pertahanan, tahun lalu, dan jauh lebih besar di tahun-tahun sebelumnya. Sementara, hanya tiga negara anggota NATO yang melampaui ambang 2 persen tahun lalu.

Menurut data NATO, hanya Inggris, Yunani dan Estonia yang memenuhi kewajiban itu pada 2017 lalu. Di tahun yang sama, Polandia tergelincir ke bawah ambang batas dengan angka 1,99 persen, saat negara-negara lain tak pernah melampaui titik yang direkomendasikan sejak 2010. (has/has)