Juara Dunia yang Rendah Hati, Lalu Zohri Simpan Medali di Tas

Natalia Santi, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 07:16 WIB
Juara Dunia yang Rendah Hati, Lalu Zohri Simpan Medali di Tas Lalu Muhammad Zohri seusai pengalungan medali emas di Kejuaraan Atletik Dunia U-20 di Tampere, Finlandia. (Dok. KBRI Helsinki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lalu Muhammad Zohri sprinter pertama Indonesia yang berhasil meraih medali emas Kejuaraan Atletik Dunia U-20 di nomor 100 meter di Kejuaraan Atletik Dunia U-20 di Tampere, Finlandia digambarkan sebagai sosok yang rendah hati.

Sungkan karena rekannya belum berhasil mendapatkan medali, Zohri menyimpan medali emasnya di dalam tas.

"Zohri itu sangat rendah hati dan sangat menghargai perasaan temannya yang belum berhasil mendapat medali. Susah banget diminta foto pakai medali. Medali disimpan dalam tas dia, " kata Duta Besar RI untuk Finlandia, Wiwiek Setyawati Firman kepada CNNIndonesia.com, Kamis (12/7).



Pernyataan itu terlontar dari Dubes Wiwiek mana kala CNNIndonesia.com meminta foto dia bersama Zohri seusai upacara pengalungan medali di Tampere, Finlandia.

"Tampak jelas Zohri sangat menjaga perasaan kawannya sesama atlet. Ini kepribadian atlet kita yang sangat mulia, Masya Allah," puji Dubes Wiwiek.

Kepada CNNIndonesia.com, Dubes Wiwiek juga menjelaskan alasan mengapa saat pengalungan medali tidak ada acara penarikan bendera. "Semua dilakukan versi digital. Jadi hanya mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tidak ada menaikkan bendera RI atau negara manapun yang menjadi juara dunia," paparnya.


Tak ada media dari Indonesia yang meliput Kejuaraan Atletik Dunia U-20. Hal tersebut bertolak belakang dengan negara-negara lainnya, seperti media Amerika Serikat. Tak heran saat atletnya memenangkan perlombaan, media langsung mengacungkan bendera mereka kepada para atletnya untuk diabadikan.

Adapun Zohri, bendera dibawa pelatih yang tidak punya akses ke lintasan lari. "Yang punya akses di garis finish itu hanya wartawan televisi. Itu pun dengan akses khusus. Amerika sangat banyak media yang siap meliput di garis finish, mereka juga bawa bendera karena yakin AS selalu menang di sprint 100 meter," kata Dubes Wiwiek.

Prosesi resmi pengalungan medali pada pukul lima sore waktu Finlandia (pukul 21 WIB) disiapkan KBRI Helsinki. Termasuk lagu Indonesia Raya yang diperdengarkan. Seorang staf menjaga agar lagu tersebut berkumandang dengan sempurna. "Kaset Indonesia Raya, pendampingan wawancara media IAAF World U20 Championship, KBRI dengan anggaran minim mengawal Tim PB PASI sendirian," papar Dubes Wiwiek.

Tim Indonesia Lalu Muhammad Zohri bersama Duta Besar RI Wiwi Setyawati Firman serta jajaran KBRI Helsinki.Foto: Dok. KBRI Helsinki
Tim Indonesia Lalu Muhammad Zohri bersama Duta Besar RI Wiwiek Setyawati Firman serta jajaran KBRI Helsinki.


"Para pelatih PB PASI sendiri menyatakan tidak ada pakem atau aturan untuk memberikan bendera di garis finish," kata Dubes Wiwiek menjelaskan mengapa Zohri baru belakangan mendapat bendera Merah Putih.

Hal tersebut karena bendera diberikan dari pelatih, adapun pelatih berada di atas tribun yang berjarak cukup jauh dari garis finish serta dipagar tinggi.

"Cuma Superman yang bisa meloncati pagar masuk ke lintasan untuk memberikan bendera di garis finish," kelakar Dubes Wiwiek.

Kemenangan Zohri cukup mengejutkan media Amerika Serikat yang yakin tim dari negaranya akan membawa medali emas. Prestasi terbaik Indonesia sebelumnya di ajang Kejuaraan Atletik Dunia U-20 terjadi pada 1986, yakni masuk delapan besar. (nat)