Kunjungan lapangan oleh Kim adalah salah satu produk utama media pemerintah Korut. Kim secara rutin digambarkan memberi arahan kepada para petugas yang menyimak sembari membawa buku catatan.
Di pembangkit listrik Orangchon, yang baru selesai dibangun 70 persen karena terjadi beberapa kali penundaan, Kim mengatakan dirinya "tercengang hingga tak bisa berkata-kata," menurut KCNA, dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kim juga marah karena pemandian air panas yang kotor di kamp liburan Onpho--yang dibanggakan karena dikunjungi Kim Jong-il dan Kim Il-sung--menyebutnya "lebih buruk daripada tanki ikan."
Komite partai Hamgyong Utara, di timur laut Korut, disalahkan atas kritik tajam itu. KCNA menyebutnya tidak "menerima dengan tulus" kebijakan negara membangun pabrik di setiap provinsi.
Alih-alih, komite menawarkan "ruangan lusuh" di pabrik yang sudah ada untuk produksi kantong, "dan mengakibatkan kekhawatiran besar bagi Kim Jong-un."
"Pemimpin Tertinggi menyoroti bahwa Komite Partai Provinsi bekerja dengan cuek," kata laporan itu. "Komite tidak punya semangat revolusioner."
Saat itu, Kim sepakat mengupayakan denuklirisasi semenanjung Korea dan lebih memerhatikan pertumbuhan. Namun, istilah itu merupakan eufimisme diplomatik yang bisa ditafsirkan beragam.
"Untuk rakyatnya, dia memproyeksikan citra pemimpin yang memerhatikan kesejahteraan," kata Yang kepada AFP. "Ke dunia luar, dia mengirim sinyal bahwa ia serius dengan janjinya untuk mendenuklirisasi."
(aal)