Dia adalah Ho Kang-il, seorang manajer restoran yang membelot bersama 12 staf perempuannya. Klaim itu diungkap dalam wawancara dengan kantor berita Yonhap, sebagaimana dikutip oleh sejumlah media lain belum lama ini.
Laporan Telegraph menyebut Korea Utara terus mengklaim bahwa sekelompok warga itu "diculik" dari Ningbo, China, dan menuntut mereka dikembalikan ke Pyongyang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi mereka memancing saya, mengatakan bahwa jika saya datang (ke Korsel) dengan pekerja saya mereka bisa memberikan kewarganegaraan Korea Selatan dan mereka akan membuka restoran di Asia Tenggara yang bisa digunakan sebagai persembunyian NIS."
Namun, kata dia, janji itu kemudian dilanggar.
"Mereka mengancam bahwa jika saya tidak pergi ke korsel dengan para staf mereka akan memberi informasi kepada Kedutaan Besar Korea Utara bahwa saya telah bekerja sama dengan badan intelijen," ujarnya. "Saya tak punya pilihan kecuali mengikuti perintah mereka."
Ho mengatakan 12 pekerjanya meyakini akan bekerja di sebuah restoran di suatu tempat di Asia Tenggara dan baru diberi tahu bahwa mereka terbang ke Korea Selatan setelah menaiki pesawat.
(aal)