Anak-anak remaja itu akan tampil secara publik untuk pertama kalinya sejak tertimpa musibah, melalui konferensi pers khusus hari ini, Rabu (18/7), sebelum kembali ke keluarga masing-masing.
Misi dramatis itu merebut perhatian dunia. Kepala negara, selebriti dan bintang sepak bola di Piala Dunia Rusia mendoakan mereka serta tim penyelamat yang berupaya membebaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teman-teman para remaja itu mengatakan mereka sebenarnya mengetahui bahaya yang mengancam di gua tersebut.
Namun, akhir bahagia masih jauh dari kata pasti. Air yang terus membanjiri dan tingkat oksigen yang semakin tipis membuat tim penyelamat meyakini para korban mesti segera diselamatkan, meski penyelam ahli sekalipun menganggap gua itu sangat berbahaya.
[Gambas:Video CNN]
Bahaya itu makin nyata ketika Saman Kunan, mantan pasukan angkatan laut Thailand yang jadi relawan dalam operasi kehabisan udara di bawah air. Dia meninggal dunia setelah mengantarkan oksigen bagi para remaja.
Pihak berwenang secara hati-hati merencanakan penyelamatan, membawa anak-anak secara bertahap. Mereka diberi obat bius dan dibawa oleh dua penyelam andal.
(aal)