Belasan Remaja Korban Gua Thailand Tinggalkan Rumah Sakit

CNN International, CNN Indonesia | Rabu, 18/07/2018 18:06 WIB
Belasan Remaja Korban Gua Thailand Tinggalkan Rumah Sakit Sebanyak 12 remaja anggota tim sepak bola dan pelatihnya yang terjebak selama dua pekan di gua terbanjiri di utara Thailand telah meninggalkan rumah sakit. (Thai Navy Seal/Handout via REUTERS TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 12 anggota tim sepak bola pemuda dan pelatihnya yang terjebak selama dua pekan di sebuah gua terbanjiri di utara Thailand telah meninggalkan rumah sakit.

Anak-anak remaja itu akan tampil secara publik untuk pertama kalinya sejak tertimpa musibah, melalui konferensi pers khusus hari ini, Rabu (18/7), sebelum kembali ke keluarga masing-masing.
Seluruh 12 anak dan pelatihnya dipantau ketat di rumah sakit Chiang Rai Prachanukroh, dekat perbatasan Myanmar, sejak diselamatkan dari gua pada 10 Juli lalu.

Misi dramatis itu merebut perhatian dunia. Kepala negara, selebriti dan bintang sepak bola di Piala Dunia Rusia mendoakan mereka serta tim penyelamat yang berupaya membebaskan.


Anak-anak itu menghilang pada 23 Juni setelah memasuki gua Tham Luang melalui jalur masuk kecil yang kemudian terbanjiri akibat hujan deras.

Teman-teman para remaja itu mengatakan mereka sebenarnya mengetahui bahaya yang mengancam di gua tersebut.
Mereka ditemukan hampir dua pekan setelah menghilang, selamat dengan meminum tetesan air di gua yang tersaring secara alami.

Namun, akhir bahagia masih jauh dari kata pasti. Air yang terus membanjiri dan tingkat oksigen yang semakin tipis membuat tim penyelamat meyakini para korban mesti segera diselamatkan, meski penyelam ahli sekalipun menganggap gua itu sangat berbahaya.

[Gambas:Video CNN]

Bahaya itu makin nyata ketika Saman Kunan, mantan pasukan angkatan laut Thailand yang jadi relawan dalam operasi kehabisan udara di bawah air. Dia meninggal dunia setelah mengantarkan oksigen bagi para remaja.

Pihak berwenang secara hati-hati merencanakan penyelamatan, membawa anak-anak secara bertahap. Mereka diberi obat bius dan dibawa oleh dua penyelam andal.
Seluruh korban pun akhirnya berhasil diselamatkan.

(aal)