Banjir Bendungan Jebol Laos, Ribuan Warga Kamboja Dievakuasi

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 26/07/2018 20:54 WIB
Banjir Bendungan Jebol Laos, Ribuan Warga Kamboja Dievakuasi Wilayah yang tergenang banjir akibat bendungan jebol di Laos. (MIME PHOUMSAVANH/via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan warga di utara Kamboja terpaksa dievakuasi setelah banjir yang menerjang selatan Laos selama beberapa hari terakhir mulai beralih ke negara itu.

Banjir yang dipicu bendungan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Xe-Pian Xe-Namnoy, Laos jebol itu turut menyebabkan peningkatan volume air sungai di utara Kamboja mencapai level berbahaya.

Otoritas Provinsi Stung Treng segera melakukan evakuasi darurat bagi sedikitnya 1.200 keluarga setelah lima miliar meter kubik air mengalir ke sungai-sungai wilayah itu.


Juru bicara Provinsi Stung Treng, Men Kong, mengatakan sejauh ini seluruh keluarga dari 17 desa di empat komunitas telah dievakuasi. Sekitar 700 personel militer, polisi, dan tim evakuasi telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi.


Desa-desa di sepanjang Sungai Sekong, Kamboja, dilewati aliran sungai Xe-Pian Xe-Namnoy Laps, mulai tergenang air. Dengan ketinggian mencapai 11,5 meter di beberapa wilayah, menenggelamkan rumah-rumah.

Bendungan yang jebol pada Senin malam sekitar pukul 20.00 waktu lokal telah menyebabkan 6.000 warga di Attapeu, Laos, dan sekitarnya kehilangan tempat tinggal. Sejauh ini, insiden tersebut telah menewaskan 26 orang, meski Perdana Menteri Thongloun Sisoulith, mengatakan tragedi ini hanya memakan satu korban jiwa.

Sedikitnya 131 orang dilaporkan masih hilang sehingga jumlah korban tewas diperkirakan masih bisa bertambah. Sementara itu, 3.000 warga masih terjebak di atap-atap rumah menunggu diselamatkan.


Rekaman televisi menunjukkan warga di sekitar bendungan berjuang menyelamatkan diri di atap-atap bangunan sambil menunggu tim penyelamat. Tingginya level air yang mencapai atap bangunan di sekitar bangunan turut mempersulit proses evakuasi.

Sebagian warga korban bencana mempertanyakan mengapa pemerintah daerah baru mengeluarkan peringatan evakuasi beberapa jam sebelum bencana terjadi.

Dua perusahaan asal Korea Selatan yang terlibat dalam proyek PLTA senilai US$1,2 miliar itu mengklaim telah memberi peringatan soal kerusakan tanggul sehari sebelum bencana terjadi.  SK Engineering & Construction mengatakan pihaknya menemukan bagian atas tanggul telah hanyut pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 waktu lokal.

[Gambas:Video CNN]


(nat)