Tujuh ABK Kapal Tenggelam di Atlantik Kembali ke Tanah Air

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 30/07/2018 00:43 WIB
Tujuh ABK WNI yang selamat dari karamnya kapal ikan FV Dorneda di Atlantik telah tiba di Indonesia, dengan penerbangan KLM via Amsterdam. Tujuh ABK WNI di Bandara Montevideo, Uruguay. (Dok. KBRI Buenos Aires)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedutaan Besar RI (KBRI) Buenos Aires, Argentika memulangkan tujuh anak buah kapal (ABK) asal Indonesia, yang selamat dari kapal mereka yang tenggelam di Samudera Atlantik.

Ketujuh ABK WNI awak kapal ikan FV. Dorneda tersebut, tiba Sabtu, 28 Juli 2018, pukul 17.25 dengan penerbangan KLM via Amsterdam.

Tujuh WNI tersebut adalah Wawan Setiawan asal Pemalang; Yusuf Irfanto asal Pemalang; Sultoni asal Pemalang, Dian Hariman asal Brebes, Mufarikhun asal Pekalongan, Nanang Hidayatulloh asal Tegal, dan Washadi asal Brebes.


Mereka selanjutnya akan diserahkan Kementerian Luar Negeri kepada BNP2TKI dan Agen Pengirim untuk dipulangkan ke daerah asal masing-masing di Pekalongan, Pemalang, Tegal dan Brebes.


Adapun satu ABK lainnya telah dipulangkan terlebih dahulu pada 19 Juli 2018.

Kapal FV Dorneda adalah kapal ikan berbendera Spanyol yang tenggelam di Samudera Atlantik Selatan pada 10 Juli 2018 sekitar pukul 23.00 WS. Kapal diawaki 27 ABK, 8 di antaranya adalah WNI.

Kala itu, saat mengetahui kapal tidak dapat diselamatkan lagi, kapten kapal menyalakan suar darurat.

Tidak berapa lama informasi tenggelamnya kapal tersebut sampai kepada Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim Argentina (MRSC), Angkatan Laut Argentina, yang langsung diikuti dengan pengerahan 2 (Geable I dan Farucco) kapal SAR untuk melakukan penyelamatan.


Dari operasi penyelamatan tersebut, pada 11 Juli 2018 dini hari, Kapal Beagle I berhasil menyelamatkan 9 ABK, termasuk di dalamnya seorang WNI asal Pemalang, Masrudin Sudarmanto. Sembilan WNI langsung dibawa ke pelabuhan Mar Del Plata, Argentina.

Sementara kapal SAR kedua, Kapal Farucco, berhasil menyelamatkan 16 orang ABK, termasuk 7 WNI.

Dengan demikian, dari 27 ABK, 25 orang dapat diselamatkan, termasuk 8 WNI. Karena lokasi penemuan lebih dekat dengan Uruguay, keseluruhan 16 WNI yang ditemukan Kapal Ferucco dibawa ke pelabuhan Montevideo.


Saat itu Duta Besar RI untuk Argentina yang juga merangkap Uruguay, Niniek Kun Naryatie, langsung memerintahkan Konsul Kehormatan RI untuk Uruguay, Nicolas Potrie, untuk menangani mereka.

"Ketujuh ABK tiba di pelabuhan Montevideo pada 15 Juli 2018. Saya senang melihat mereka selamat", ujar Nicolas Potrie, Konsul Kehormatan RI untuk Uruguay yang menerima ketujuh WNI dari kapal penyelamat di Montevideo.

Duta Besar Niniek bersama Tim KBRI Buenos Aires juga menyusul ke Montevideo. Selain memastikan ketujuh WNI ditangani dengan baik, kedatangan Tim KBRI Buenos Aires juga dalam rangka memastikan hak-hak ketujuh WNI dipenuhi oleh agen kapal di Montevideo.

"Ketujuh WNI alhamdulillah dalam kondisi sehat. Setelah melalui negosiasi, akhirnya kami juga bisa mengupayakan kompensasi dari agen kapal dalam besaran yang memadai, selain gaji yang tersisa dan tiket pemulangan. Keselamatan dan hak mereka jadi perhatian utama kami," kata mantan Dubes Niniek sehari setelah ketibaan ketujuh WNI di Montevideo. (nat)